Warga Kemirimuka Depok Mulai Krisis Air Bersih, Terpaksa Beli untuk Kebutuhan Sehari-hari

Kamis 23 Jul 2026, 20:45 WIB
Ketua RW 15, Arif Afifullah menunjukan kran air di rumahnya saat musim kemarau serta wilayahnya yang mengalami kekeringan. ( (Sumber: Poskota/Angga)
Ketua RW 15, Arif Afifullah menunjukan kran air di rumahnya saat musim kemarau serta wilayahnya yang mengalami kekeringan. ( (Sumber: Poskota/Angga)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Warga RT 01 RW 15, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, mulai mengalami krisis air bersih seiring berlangsungnya musim kemarau. Debit air sumur jetpump terus menurun sehingga sebagian warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Warga mengaku aliran air dari sumur semakin kecil, bahkan kerap tidak mengalir sama sekali.

Salah seorang warga, Muslimah, 59 tahun, mengatakan musim kemarau tahun ini terasa lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Musim panas baru berjalan sekitar dua minggu, debit air dari tanah sudah mulai berkurang. Kadang air dari keran keluar sangat kecil, bahkan sering tidak keluar sama sekali," ujar Muslimah kepada Poskota di kediamannya, Kamis, 23 Juli 2026.

Baca Juga: Wagub Ariza Minta Warga Jakarta yang Alami Krisis Air Bersih Lapor ke Kelurahan

Warga Terpaksa Membeli Air Bersih

Menurut Muslimah, ketika air benar-benar tidak mengalir, keluarganya terpaksa membeli air bersih maupun air minum untuk kebutuhan memasak dan konsumsi sehari-hari.

Sementara itu, kebutuhan lain seperti mencuci pakaian hanya mengandalkan sisa air yang masih sempat ditampung dari keran.

"Kalau air tidak ada, untuk minum dan masak terpaksa beli. Sedangkan untuk mencuci memakai sisa air yang masih keluar dari keran," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sumiyem, 57 tahun. Ia berharap pemerintah dapat kembali mengisi toren bantuan air bersih yang sebelumnya disalurkan oleh PMI Kota Depok.

Baca Juga: Terpaksa Rogoh Kocek Rp12 Ribu Tiap Hari Buat Beli Air Galon, Warga Lodan Ancol Krisis Air Bersih

Menurutnya, dua unit toren bantuan tersebut kini sudah kosong karena cepat habis digunakan warga.


Berita Terkait


News Update