Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Vicol pun mengajak mereka ke pos polisi terdekat. Namun, di sana, justru dirinya lah yang disalahkan.
"Nah, karena pospolnya ada di depan bundaran sebelah kiri, saya bawa mereka ke situ. Dan sambil dorong-dorong saya di jalan, 'Mana pospolnya? Ayo ke pospol! Saya tidak takut, saya juga aparat'," ujar Vicol dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga: PHK 134 Pekerja PT Amos Berakhir Damai, Kemnaker dan Polri Fasilitasi Kesepakatan Rp12,7 Miliar
Vicol kemudian memilih meminta maaf kepada ketiga orang itu agar persoalan tidak semakin berlarut. Tetapi, meski dirinya sudah meminta maaf, sopir Alphard tetap memaki dirinya.
"Setelah itu juga, supir maki-maki saya, bilang, 'Anjing, kamu push-up. Turun kamu,' Saya bilang, 'Saya belum makan dari pagi, Pak,' dianjing-anjingin terus," kata dia.
"Padahal saya udah salaman dua kali ke mereka. Kerah baju saya ini diangkat sama supirnya, diginiin di atas, sambil ngomong di hadapan saya, 'Woi! Jangan kayak preman di sini lu! Kamu kerja yang bener aja! Tatap mata saya!' Terus saya bilang, 'Siap, siap, saya salah, Pak','" tutur dia.
Siapa Pengemudi Alphard yang Terobos Lampu Merah di HI?
Berdasarkan informasi, mobil Alphard yang menerobos lampu lalu lintas penyebrangan orang atau pelican crossing di Bundaran HI itu bernomor polisi D 1828 XHQ.
Namun, baru-baru ini diketahui bahwa pelat yang digunakan mobil tersebut bodong atau palsu. Dari hasil penelusuran warganet, pelat nomor yang digunakan adalah merek Daihatsu Grand Max, bukan Toyota Alphard seperti jenis mobil yang tertangkap dalam video.
Ditlantas Polda Metro Jaya pun disebut ikut turun tangan dengan berencana memanggil sang pengemudi.
Namun, hingga kini, masih belum diketahui dengan pasti siapa sosok pengemudi dan orang-orang yang ada di salam mobil maupun pemilik asli mobil tersebut.
