PT Samwon Busana Indonesia Bergerak di Bidang Apa? Ketahui Profil dan Penyebab Tutupnya Pabrik Garmen di Jepara

Kamis 23 Jul 2026, 13:01 WIB
PT Samwon Busana Indonesia yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya mulai 1 Agustus 2026. (Sumber: Facebook/samwonbusanasemarang)
PT Samwon Busana Indonesia yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya mulai 1 Agustus 2026. (Sumber: Facebook/samwonbusanasemarang)

POSKOTA.CO.ID - PT Samwon Busana Indonesia yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya mulai 1 Agustus 2026.

Keputusan perusahaan untuk menutup pabrik dikonfirmasi langsung oleh HR Manager PT Samwon Busana Indonesia, Taufan Adi Susilo, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Manajemen menjelaskan penghentian operasional dilakukan setelah perusahaan mengalami tekanan finansial secara terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan keputusan tersebut, seluruh aktivitas produksi PT Samwon Busana Indonesia akan berakhir pada 31 Juli 2026, sedangkan mulai 1 Agustus 2026 perusahaan resmi tidak lagi beroperasi.

Berhentinya operasional PT Samwon Busana Indonesia menandai berakhirnya perjalanan perusahaan tersebut di Kabupaten Jepara setelah sekitar 11 tahun beroperasi.

Lantas, sebenarnya PT Samwon Busana Indonesia bergerak di bidang apa? Berikut profil lengkap PT Samwon Busana Indonesia beserta penyebab penutupan pabrik garmen tersebut.

Baca Juga: Sosok Mantan Karyawan Amanda Manopo yang Dilaporkan ke Polisi Siapa? Diduga Gelapkan Dana Rp3 Miliar hingga Lakukan Teror

PT Samwon Busana Indonesia Bergerak di Bidang Apa?

PT Samwon Busana Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri garmen atau produksi pakaian jadi.

Perusahaan ini merupakan bagian dari perusahaan asal Korea Selatan yang memperluas jaringan bisnisnya ke Indonesia dengan menyasar sektor tekstil dan konveksi berorientasi ekspor.

Ekspansi perusahaan dimulai pada 2006 melalui pembukaan unit produksi pertama di Kota Semarang.

Seiring meningkatnya kebutuhan produksi, perusahaan kemudian mendirikan pabrik kedua di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, yang mulai beroperasi pada 2015.

Sejak awal beroperasi, PT Samwon Busana Indonesia berfokus memproduksi kemeja berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Produk-produknya dipasarkan ke berbagai negara, dengan tujuan ekspor utama meliputi Amerika Serikat, Jepang, serta sejumlah negara lainnya.

Kehadiran PT Samwon Busana Indonesia menjadi salah satu tonggak perkembangan industri garmen di Kabupaten Jepara.

Di tengah dominasi industri mebel yang selama ini menjadi identitas Kota Ukir, PT Samwon hadir sebagai salah satu perusahaan garmen pertama yang membuka investasi berskala besar di wilayah tersebut.

Masuknya perusahaan asal Korea Selatan ini turut membuka peluang berkembangnya sektor industri tekstil di Jepara.

Baca Juga: Umur M Zulfikar Drakel Berapa dan Meninggal karena Apa? Viral Penemuan Jenazah Dokter Muda Alumni FKUI di Guest House

Pada masa kejayaannya sekitar 2017 hingga 2018, PT Samwon Busana Indonesia berkembang cukup pesat.

Perusahaan bahkan mampu mempekerjakan sekitar 2.200 karyawan aktif.

Sebagian besar tenaga kerja tersebut berasal dari masyarakat Kabupaten Jepara. Tercatat sekitar 80 persen karyawan merupakan warga lokal.

Kondisi perusahaan sendiri mulai berubah ketika pandemi Covid-19 melanda dunia.

Pandemi menyebabkan perlambatan ekonomi global yang berdampak langsung terhadap industri tekstil dan garmen.

Permintaan dari luar negeri mengalami penurunan cukup signifikan sehingga volume pesanan yang diterima PT Samwon ikut berkurang.

Menghadapi penurunan pesanan, manajemen PT Samwon Busana Indonesia tidak langsung menghentikan kegiatan usaha.

Berbagai langkah dilakukan untuk mempertahankan operasional perusahaan.

Salah satunya adalah memperkuat hubungan dengan para buyer atau pembeli dari luar negeri dengan harapan volume pesanan kembali meningkat.

Memasuki periode 2023 hingga 2024, kondisi perusahaan justru semakin sulit.

Jumlah pesanan dari pasar internasional kembali mengalami penurunan sehingga pendapatan perusahaan terus tergerus.

Akibatnya, kondisi keuangan perusahaan semakin melemah dan arus kas menjadi tidak stabil.


Berita Terkait


News Update