POSKOTA.CO.ID - Optimalisasi aset properti menjadi salah satu fokus transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Salah satu aset strategis yang tengah didorong pengembangannya adalah BSI Tower, gedung perkantoran yang memiliki potensi menjadi pusat layanan keuangan dan bisnis.
BSI Tower merupakan gedung perkantoran setinggi 22 lantai dengan luas area sewa mencapai 26.357 meter persegi. Lokasinya berdampingan dan terhubung langsung dengan Menara Danareksa serta kawasan Kantor BP BUMN, sehingga dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung ekosistem bisnis dan keuangan nasional.
Sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Direktur Utama Danareksa meninjau langsung BSI Tower dan Menara Danareksa pada Selasa, 22 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, para pimpinan membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pemanfaatan gedung, optimalisasi aset properti, hingga penguatan sinergi antarekosistem BUMN.
Baca Juga: Dony Oskaria Siapa? Ini Profil Plt Menteri BUMN yang Ditunjuk Prabowo Subianto
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas aset negara melalui kolaborasi lintas perusahaan BUMN.
Dony Oskaria menegaskan bahwa pengelolaan aset BUMN perlu diarahkan agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar melalui sinergi antarpelaku usaha BUMN.
"Aset yang kita punya harus benar-benar bisa menghasilkan nilai. Kalau dikelola bersama dan saling mendukung, manfaatnya akan jauh lebih besar," ujar Dony, dikutip dari unggahan resmi Instagram BP BUMN.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk memaksimalkan pemanfaatan aset sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perusahaan maupun perekonomian nasional.
Baca Juga: Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
Melalui kolaborasi antara BP BUMN, Danantara, BSI, dan Danareksa, optimalisasi aset diharapkan dapat berjalan lebih produktif, efisien, serta terintegrasi.
