POSKOTA.CO.ID - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Perusahaan kini tidak hanya mencari talenta dengan kemampuan teknis, tetapi juga profesional yang mampu mengintegrasikan AI ke dalam strategi bisnis.
Pemanfaatan AI telah meluas ke berbagai bidang, mulai dari pemasaran, keuangan, sumber daya manusia (SDM), layanan pelanggan, hingga manajemen proyek.
Kondisi ini membuat keterampilan AI menjadi salah satu kompetensi yang paling dicari oleh perusahaan pada 2026.
Baca Juga: Honor X6c Bawa AI Button, Akses Google Gemini Kini Cukup Satu Sentuhan
Berdasarkan laporan Coursera yang dikutip pada Rabu, 22 Juli 2026. Nilai pasar AI global diproyeksikan meningkat drastis dari sekitar US$371,7 miliar atau sekitar Rp6.632 triliun pada 2025 menjadi lebih dari US$2,4 triliun atau sekitar Rp42.907 triliun pada 2032.
Lonjakan tersebut diperkirakan akan terus mendorong permintaan tenaga kerja yang menguasai teknologi AI.
Sementara itu, data Indeed Hiring Lab menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan yang mencantumkan kemampuan AI meningkat hingga 134 persen sepanjang Februari 2020 hingga akhir 2025.
Namun, pertumbuhan tersebut masih dihadapkan pada tantangan berupa kesenjangan keterampilan.
Baca Juga: 5 Tablet Paling Worth It untuk Editing Konten 2026, Ada iPad Air M2 hingga POCO Pad
World Economic Forum (WEF) menilai banyak pekerja menyadari AI akan mengubah dunia kerja, tetapi proses peningkatan kompetensi (upskilling) masih berlangsung lebih lambat dibanding laju perkembangan teknologi.
AI Menjadi Kompetensi yang Wajib Dimiliki
Laporan Coursera menyebut literasi AI kini menjadi salah satu kemampuan utama yang dibutuhkan perusahaan.
Selain memahami konsep AI, pekerja juga dituntut menguasai berbagai keterampilan teknis seperti prompt engineering, machine learning, analisis data, hingga tata kelola dan etika penggunaan AI.
Berikut lima profesi yang diprediksi menjadi incaran perusahaan di era kecerdasan buatan.
- AI Engineer
AI Engineer menjadi salah satu profesi dengan permintaan tertinggi di industri teknologi. Tugas utamanya meliputi merancang, melatih, serta mengoptimalkan model AI menggunakan bahasa pemrograman seperti Python dan Java.
Baca Juga: Tecno Camon 50 Ultra Diprediksi Segera Masuk Indonesia, Intip Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Selain kemampuan coding, profesi ini juga membutuhkan pemahaman mendalam mengenai machine learning, deep learning, hingga rekayasa data agar mampu menciptakan solusi AI yang dapat diterapkan di berbagai sektor.
- Natural Language Processing (NLP) Engineer
NLP Engineer bertanggung jawab mengembangkan teknologi yang memungkinkan komputer memahami serta memproses bahasa manusia.
Keahlian ini menjadi fondasi berbagai layanan AI modern, mulai dari chatbot, sistem transkripsi otomatis, hingga asisten virtual seperti Siri, Alexa, dan Google Assistant. Profesi ini membutuhkan kombinasi kemampuan linguistik, pemodelan bahasa, algoritma prediktif, dan pemrograman.
- AI Research Scientist
AI Research Scientist berfokus pada penelitian untuk menciptakan algoritma dan model AI generasi terbaru.
Selain melakukan eksperimen dan pengembangan teknologi, profesi ini juga bertugas mengevaluasi performa model AI serta mengembangkan inovasi baru yang dapat diterapkan di berbagai bidang industri. Posisi ini umumnya mensyaratkan pendidikan tingkat lanjut dan pengalaman riset yang kuat.
- Data Analyst
Peran Data Analyst turut mengalami transformasi seiring berkembangnya AI. Teknologi ini mampu mengotomatisasi proses analisis yang bersifat repetitif sehingga analis dapat lebih fokus pada interpretasi data dan pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, Data Analyst kini juga dituntut memahami pemanfaatan AI dalam pengolahan data untuk mendukung sektor seperti kesehatan, keuangan, hingga bisnis digital.
- AI Business Strategist
Tidak hanya profesi teknis, perusahaan juga membutuhkan AI Business Strategist untuk merancang strategi penerapan AI yang selaras dengan target bisnis.
Profesi ini menggabungkan pemahaman bisnis, kemampuan analisis, manajemen perubahan, serta wawasan mengenai peluang implementasi AI agar investasi teknologi memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Keterampilan AI yang Paling Dicari Perusahaan
Selain lima profesi tersebut, Coursera mencatat perusahaan kini lebih banyak mencari kandidat yang memiliki perpaduan kemampuan teknis dan nonteknis.
Dari sisi teknis, keterampilan yang paling diminati meliputi prompt engineering, ilmu data, machine learning, pengolahan big data, penggunaan API, serta penguasaan bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, C++, dan Julia beserta berbagai framework AI.
Sementara itu, kemampuan nonteknis juga menjadi nilai tambah yang semakin penting. Perusahaan mencari kandidat yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kecerdasan emosional, kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, kemauan belajar secara berkelanjutan, serta mampu mengenali potensi bias dalam penggunaan teknologi AI.
Dengan pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan, kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan interpersonal diperkirakan akan menjadi kunci utama bagi para profesional untuk tetap kompetitif di pasar kerja dalam beberapa tahun mendatang.
