Tidak hanya profesi teknis, perusahaan juga membutuhkan AI Business Strategist untuk merancang strategi penerapan AI yang selaras dengan target bisnis.
Profesi ini menggabungkan pemahaman bisnis, kemampuan analisis, manajemen perubahan, serta wawasan mengenai peluang implementasi AI agar investasi teknologi memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Keterampilan AI yang Paling Dicari Perusahaan
Selain lima profesi tersebut, Coursera mencatat perusahaan kini lebih banyak mencari kandidat yang memiliki perpaduan kemampuan teknis dan nonteknis.
Dari sisi teknis, keterampilan yang paling diminati meliputi prompt engineering, ilmu data, machine learning, pengolahan big data, penggunaan API, serta penguasaan bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, C++, dan Julia beserta berbagai framework AI.
Sementara itu, kemampuan nonteknis juga menjadi nilai tambah yang semakin penting. Perusahaan mencari kandidat yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kecerdasan emosional, kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, kemauan belajar secara berkelanjutan, serta mampu mengenali potensi bias dalam penggunaan teknologi AI.
Dengan pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan, kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan interpersonal diperkirakan akan menjadi kunci utama bagi para profesional untuk tetap kompetitif di pasar kerja dalam beberapa tahun mendatang.
