Ancaman AI Meningkat, Ini Dua Profesi yang Dinilai Masih Aman

Selasa 21 Jul 2026, 15:40 WIB
Ancaman AI meningkat. (Freepik/iuriimotov)
Ancaman AI meningkat. (Freepik/iuriimotov)

POSKOTA.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diperkirakan akan membawa perubahan besar terhadap dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan.

Seiring semakin luasnya adopsi AI di berbagai industri, muncul kekhawatiran bahwa jutaan pekerjaan akan terdampak oleh otomatisasi.

Di tengah kekhawatiran tersebut, CEO Palantir Technologies, Alex Karp, mengungkapkan pandangannya mengenai profesi yang dinilai memiliki peluang paling besar untuk tetap bertahan di era AI.

Menurutnya, pekerja dengan keterampilan vokasi dan individu neurodivergent menjadi dua kelompok yang memiliki keunggulan dibanding profesi lain.

Baca Juga: Daftar Harga iPhone Juli 2026 di Indonesia, Seri Baru dan Bekas Lengkap

Mengutip laporan Newsweek yang merangkum wawancara Karp bersama Fortune, Selasa, 21 Juli 2026, kedua kelompok tersebut dinilai memiliki kemampuan yang hingga kini masih sulit digantikan oleh teknologi berbasis AI.

Pekerja Vokasi Dinilai Sulit Digantikan AI

Alex Karp menilai profesi yang mengandalkan keterampilan teknis dan pekerjaan langsung di lapangan masih akan sangat dibutuhkan pada masa mendatang.

Kategori ini mencakup berbagai pekerjaan seperti teknisi, mekanik, tukang listrik, hingga profesi lain yang membutuhkan kemampuan fisik dan pengalaman praktik.

Menurutnya, AI lebih mudah mengambil alih pekerjaan administratif maupun pekerjaan berbasis pengetahuan dibanding tugas yang memerlukan keterampilan manual.

Kemampuan menyelesaikan persoalan secara langsung di lapangan menjadi alasan utama mengapa profesi vokasi dinilai lebih tahan terhadap gelombang otomatisasi yang terus berkembang.

Baca Juga: 3 Tablet itel VistaTab Terbaru Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp2 Jutaan dengan Fitur AI

Individu Neurodivergent Memiliki Cara Berpikir Berbeda


Berita Terkait


News Update