Gol Marco Tardelli ke gawang Jerman Barat dikenang bukan hanya karena nilainya, tetapi juga selebrasinya yang emosional.
Tardelli tampil dominan di lini tengah dan mencetak gol kedua Italia pada menit ke-69. Selebrasinya dengan kepalan tangan dan wajah penuh kegembiraan kemudian menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
"Mesin di lini tengah" itu membantu Italia menang 3-1 dan mengangkat trofi untuk ketiga kalinya.
4. Guido Buchwald – Jerman Barat, 1990
Tidak semua pahlawan final harus mencetak gol. Guido Buchwald membuktikannya pada 1990.
Tugasnya sangat berat: menghentikan Diego Maradona. Buchwald menjalankan peran tersebut dengan disiplin dan berhasil membatasi ruang gerak sang legenda Argentina.
Jerman Barat akhirnya menang 1-0 lewat penalti Andreas Brehme. Namun, keberhasilan Buchwald mematikan ancaman Maradona menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut.
5. Ronaldo – Brasil, 2002
Setelah mengalami kekecewaan pada final 1998, Ronaldo mendapatkan kesempatan kedua empat tahun kemudian.
Di Yokohama, ia mencetak dua gol ke gawang Jerman dan membawa Brasil menang 2-0. Dua gol tersebut sekaligus melengkapi perjalanan luar biasanya di turnamen dengan total delapan gol.
Ronaldo akhirnya meraih Sepatu Emas dan membawa Brasil memenangkan gelar Piala Dunia kelima.
6. Mario Götze – Jerman, 2014
Mario Götze mungkin tidak mengawali final 2014 sebagai pemain utama. Ia bahkan baru masuk pada menit ke-88 untuk menggantikan Miroslav Klose.
Namun, justru Götze yang menjadi penentu. Pada menit ke-113, ia menerima umpan André Schürrle dengan dada sebelum melepaskan tendangan voli yang menggetarkan gawang Argentina.
Gol tunggal itu mengantarkan Jerman menjadi juara dunia. Götze pun menjadi pemain pengganti pertama yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia.
