Nabiyla Risfa Izzati Lulusan Mana? Berikut Jejak Pendidikan Dosen UGM yang Viral usai Kritik Menteri PU

Sabtu 18 Jul 2026, 12:10 WIB
Dosen UGM Nabiyla Risfa Izzati viral setelah mengaku menerima ancaman melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal usai menyinggung Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (Sumber: X/@pekerjakampus)
Dosen UGM Nabiyla Risfa Izzati viral setelah mengaku menerima ancaman melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal usai menyinggung Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (Sumber: X/@pekerjakampus)

POSKOTA.CO.ID - Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati, viral setelah mengaku menerima ancaman melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal usai menyinggung Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.

Peristiwa ini sendiri bermula ketika Nabiyla merespons unggahan akun X @bismillahyuk_ yang membagikan cerita mengenai seorang aparatur sipil negara (ASN).

Dalam unggahan tersebut disebutkan seorang ASN mengalami penurunan jabatan dari eselon IIIA menjadi golongan IId di bagian pelatihan teknis.

Unggahan itu mengaitkan persoalan tersebut dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.

Menanggapi unggahan tersebut, Nabiyla kemudian menuliskan komentarnya.

"PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gue," tandas dia.

Tak lama setelah komentar tersebut diunggah, Nabiyla mengaku menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenalnya.

Isi pesan itu meminta agar ia segera menghapus unggahan di akun X miliknya.

Pengakuan tersebut disampaikan langsung melalui akun X miliknya pada Kamis, 16 Juli 2026.

Nabiyla mengungkapkan seseorang meminta dirinya menghapus cuitan yang telah dipublikasikan.

Tidak hanya itu, pengirim pesan juga disebut menyertakan berbagai data pribadi miliknya.

"Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU, dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya. Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban," tulis Nabiyla.

Lebih lanjut, kata dia, dirinya bukan satu-satunya pengguna media sosial yang mengaku menerima pesan serupa pada hari itu.

Dia menilai terdapat pola yang dianggap janggal karena beberapa orang dikabarkan mengalami intimidasi setelah mengomentari isu yang sama.

"Memantau di timeline, sepertinya hari ini bukan hanya saya yang dapat ancaman serupa. Cukup fishy ya. Apa segitunya khawatir di PTUN karena mutasi pegawai tidak sesuai prosedur," ungkap dia.

Merasa mendapat ancaman, Nabiyla memilih menempuh langkah hukum dengan mengirimkan somasi kepada nomor yang diduga mengirim pesan tersebut.

Ia juga mengunggah isi somasi secara terbuka melalui akun X miliknya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Nabiyla, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang mengalami peristiwa serupa memiliki referensi dalam mengambil tindakan hukum.

"Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait. Silakan bagi warganet yang mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi," tulis Nabiyla.

Dirinya menjelaskan penyusunan somasi tidak selalu harus dilakukan melalui firma hukum.

"Somasi ini bisa dikirim sendiri oleh orang pribadi ya. Diadopsi saja substansinya. Ini kebetulan saya banyak rekan di firma hukum, jadi bisa cepat dibantu. Tapi kita semua bisa lawan, jangan takut kalau memang benar," lanjutnya.

Lantas, siapa sebenarnya Nabiyla Risfa Izzati dan bagaimana perjalanan pendidikannya? Berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Jadwal Closing Ceremony Piala Dunia 2026 Kapan dan Live di Mana? Cek Jam Tayang hingga Daftar Bintang Tamu

Nabiyla Risfa Izzati Lulusan Mana?

Berdasarkan informasi yang dimuat di situs resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati merupakan dosen Hukum Ketenagakerjaan di Fakultas Hukum UGM.

Saat ini, ia sedang menjalani cuti studi untuk menyelesaikan pendidikan doktor (PhD) di Queen Mary University of London, Inggris.

Dalam penelitian doktoralnya, Nabiyla menaruh fokus pada isu ketenagakerjaan berbasis gender dalam ekonomi gig (gig economy) di Indonesia.

Dia juga tergabung sebagai peneliti dalam Centre for Research in Equality and Diversity (CRED) yang berfokus pada kajian kesetaraan dan keberagaman.

Sebelum menempuh pendidikan doktoral di Inggris, Nabiyla menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2014.

Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister Hukum bidang International Civil and Commercial Law di Leiden University, Belanda, dengan dukungan Beasiswa LPDP dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2015.

Baca Juga: Agama Temon Sekarang Apa? Ini Fakta yang Jarang Diketahui

Riwayat pendidikan tersebut menjadikan Nabiyla memiliki latar belakang akademik yang kuat, khususnya di bidang hukum ketenagakerjaan dan hukum internasional.

Karier akademik Nabiyla dimulai pada Mei 2016 ketika bergabung sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

Selain mengajar mahasiswa, ia aktif melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan hukum ketenagakerjaan, perlindungan hak-hak pekerja, ekonomi digital, hubungan antara gender dan dunia kerja, hingga kajian hukum dan masyarakat.

Tidak hanya itu, Nabiyla juga dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan akademik dan riset.

Di mana, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Research Center for Law, Gender, and Society UGM, menjadi Adjunct Researcher di Centre for Digital Society (CfDS) UGM, serta turut bergabung sebagai peneliti Fairwork Indonesia.


Berita Terkait


News Update