Kebakaran TPAS Cipayung Diduga Dipicu Gas Metana, Penyebab Masih Diselidiki

Sabtu 18 Jul 2026, 19:06 WIB
Wakil Wali Kota Depok, Chandra didampingi Kadis DLHK Reni Siti Nuraeni meninjai TPA Cipayung Pasca kebakaran, Jumat, 17 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)
Wakil Wali Kota Depok, Chandra didampingi Kadis DLHK Reni Siti Nuraeni meninjai TPA Cipayung Pasca kebakaran, Jumat, 17 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung, Kota Depok, pada Jumat, 18 Juli 2026, diduga dipicu oleh gas metana yang mempercepat penyebaran api. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyampaikan dugaan tersebut usai meninjau lokasi kebakaran bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, pada Jumat pagi.

Menurut Chandra, api diduga muncul dari satu titik sebelum kemudian membesar dengan cepat akibat adanya gas metana yang berasal dari tumpukan sampah.

"Api cepat membesar membakar area TPA diduga akibat gas metana. Jadi memang ada titik api muncul, kemudian membesar mungkin karena ada gas metana di sekitar situ, sehingga apinya langsung membesar dan menjalar," ujar Chandra.

Baca Juga: BPBD Petakan 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Kebakaran saat Kemarau

Chandra menegaskan, dugaan tersebut masih bersifat sementara. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh Polres Metro Depok.

Ia menjelaskan sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

"Para saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres Depok. Terkait perkembangan hasil penyelidikan kami belum mendapat pembaruan. Dari rekaman CCTV, titik awal munculnya api terlihat tidak ada orang di lokasi," katanya.

Baca Juga: Status Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Dicabut, Pemkab Tangerang Tetap Lanjutkan Mitigasi

Tidak Ada Korban Jiwa maupun Kerugian Material

Pemerintah Kota Depok memastikan peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Selain itu, tidak ada kerusakan material di luar area yang terbakar di TPAS Cipayung.

"Kami bisa sampaikan tidak ada korban jiwa ataupun korban luka-luka dan juga tidak ada kerusakan harta benda material di sini," ujar Chandra.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah turun langsung ke lokasi sejak malam kejadian.

Baca Juga: Kebakaran Maut di Pulogadung Tewaskan 3 Orang, Dugaan Korsleting Masih Didalami

"Dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup sejak semalam sudah hadir. Pak Direktur juga sejak tengah malam sudah datang ke lokasi," tuturnya.

Api Berhasil Dipadamkan Kurang dari Satu Jam

Chandra menjelaskan kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WIB di salah satu area TPAS Cipayung. Tak lama setelah laporan diterima, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan DLHK Kota Depok langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.

"Api terlihat sekitar pukul 19.00 WIB. Alhamdulillah, petugas Damkar dan DLHK segera datang ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman," katanya.

Sekitar pukul 20.30 WIB, api berhasil dipadamkan. Selanjutnya, mulai pukul 21.00 WIB petugas Damkar melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.


Berita Terkait


News Update