Working Holiday Visa Australia Kian Diminati, Ini Pentingnya Persiapan IELTS

Jumat 17 Jul 2026, 13:29 WIB
ILUSTRASI - Peserta mengikuti tes IELTS sebagai salah satu persyaratan pengajuan Working Holiday Visa (WHV) Australia.
ILUSTRASI - Peserta mengikuti tes IELTS sebagai salah satu persyaratan pengajuan Working Holiday Visa (WHV) Australia.

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Minat generasi muda Indonesia mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) Australia terus menunjukkan tren positif. Meningkatnya jumlah peminat membuat persaingan memperoleh kuota visa semakin ketat, sehingga calon peserta perlu mempersiapkan seluruh persyaratan sejak jauh hari, termasuk hasil tes International English Language Testing System (IELTS).

Data GoodStats menunjukkan jumlah warga Indonesia yang berhasil memperoleh Working Holiday Visa (Subclass 462) ke Australia terus meningkat sepanjang periode 2022 hingga 2025. Tren ini mencerminkan tingginya minat masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mendapatkan pengalaman bekerja sekaligus mengenal budaya di Negeri Kanguru.

Di sisi lain, kuota Working Holiday Visa yang terbatas membuat proses seleksi berlangsung sangat kompetitif. Setiap pembukaan pendaftaran, ribuan pelamar berebut slot yang umumnya habis dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Persyaratan Working Holiday Visa Australia

Sebelum pendaftaran dibuka, calon peserta harus melengkapi sejumlah dokumen sebagai syarat pengajuan visa. Dokumen tersebut meliputi paspor yang masih berlaku, bukti kepemilikan dana minimal AUD 5.000, dokumen pendidikan seperti ijazah atau transkrip akademik, Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV), serta bukti kemampuan berbahasa Inggris melalui tes IELTS.

Baca Juga: iPhone Fold Bakal Jadi Penantang Serius Samsung? Ini 10 Fitur yang Jadi Sorotan

Dari seluruh persyaratan tersebut, hasil tes IELTS menjadi salah satu dokumen yang membutuhkan waktu persiapan paling lama. Tidak sedikit peserta yang memerlukan beberapa bulan untuk belajar atau mengikuti tes lebih dari satu kali demi memperoleh skor sesuai ketentuan.

Karena itu, persiapan IELTS sejak dini dinilai dapat meningkatkan peluang calon peserta lolos dalam proses seleksi Working Holiday Visa Australia.

Pentingnya IELTS bagi Peserta Working Holiday Visa

Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya menjadi syarat administrasi visa, tetapi juga menjadi bekal penting selama tinggal dan bekerja di Australia.

Penguasaan bahasa Inggris akan membantu peserta berkomunikasi dengan atasan maupun rekan kerja, memahami lingkungan kerja, serta mempermudah aktivitas sehari-hari seperti mencari tempat tinggal, menggunakan transportasi umum, membuka rekening bank, hingga membangun hubungan sosial.

Baca Juga: Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight

Dengan kemampuan bahasa yang baik, peserta juga dinilai lebih siap menghadapi tantangan saat bekerja di luar negeri.

British Council Indonesia Sediakan Fasilitas Persiapan IELTS

Untuk mendukung calon peserta, British Council Indonesia menyediakan berbagai fasilitas persiapan IELTS. Salah satunya adalah IELTS Ready Premium, platform belajar yang dapat diakses peserta setelah mendaftar dan melakukan pembayaran tes IELTS melalui British Council.

Platform tersebut menyediakan materi resmi, latihan soal, simulasi ujian, hingga fitur AI-powered feedback untuk kemampuan Speaking dan Writing sehingga peserta dapat mengevaluasi kemampuan sekaligus meningkatkan peluang memperoleh skor yang diinginkan.

British Council juga menyediakan layanan One Skill Retake, yang memungkinkan peserta mengulang satu bagian tes tanpa harus mengikuti keseluruhan ujian apabila ingin memperbaiki nilai pada kemampuan tertentu.

Selain itu, hasil tes IELTS melalui British Council umumnya dapat diterima dalam waktu satu hingga dua hari sehingga membantu peserta mengatur jadwal pengajuan Working Holiday Visa secara lebih efisien.

British Council Soroti Pentingnya Kemampuan Bahasa Inggris

Head of Sales and Account Management British Council Indonesia, Arnold Simanjuntak, mengatakan meningkatnya jumlah diaspora Indonesia di Australia menunjukkan hubungan kedua negara yang semakin erat sekaligus meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia.

Menurut dia, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal utama bagi peserta Working Holiday Visa untuk memanfaatkan peluang kerja dan pengalaman internasional.

"Diaspora Indonesia di Australia terus berkembang, mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat serta semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap program Working Holiday Visa (WHV), kemampuan bahasa Inggris yang baik menjadi semakin penting bagi para pelamar untuk memaksimalkan peluang yang tersedia," ujar Arnold.

Ia menambahkan, British Council terus menyediakan materi pembelajaran dan sumber belajar resmi guna membantu peserta memperoleh skor IELTS yang dibutuhkan untuk mendukung studi, karier, maupun mobilitas internasional.

Pengalaman Peserta Working Holiday Visa

Jennifer Amanda, salah satu penerima Working Holiday Visa yang mengikuti tes IELTS melalui British Council, mengatakan persiapan menggunakan materi resmi membantunya menghadapi proses seleksi.

Menurut Jennifer, Working Holiday Visa bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi pengalaman untuk mengembangkan diri dan memperoleh perspektif baru. Ia mengaku materi persiapan IELTS yang digunakan selama belajar membantunya lebih percaya diri saat mengikuti tes.

Seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap Working Holiday Visa Australia, persiapan yang matang menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang lolos seleksi. Selain melengkapi dokumen administrasi, calon peserta juga perlu mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sejak dini agar lebih siap menghadapi proses seleksi maupun kehidupan saat bekerja di Australia.


News Update