JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Minat generasi muda Indonesia mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) Australia terus menunjukkan tren positif. Meningkatnya jumlah peminat membuat persaingan memperoleh kuota visa semakin ketat, sehingga calon peserta perlu mempersiapkan seluruh persyaratan sejak jauh hari, termasuk hasil tes International English Language Testing System (IELTS).
Data GoodStats menunjukkan jumlah warga Indonesia yang berhasil memperoleh Working Holiday Visa (Subclass 462) ke Australia terus meningkat sepanjang periode 2022 hingga 2025. Tren ini mencerminkan tingginya minat masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mendapatkan pengalaman bekerja sekaligus mengenal budaya di Negeri Kanguru.
Di sisi lain, kuota Working Holiday Visa yang terbatas membuat proses seleksi berlangsung sangat kompetitif. Setiap pembukaan pendaftaran, ribuan pelamar berebut slot yang umumnya habis dalam hitungan menit hingga beberapa jam.
Persyaratan Working Holiday Visa Australia
Sebelum pendaftaran dibuka, calon peserta harus melengkapi sejumlah dokumen sebagai syarat pengajuan visa. Dokumen tersebut meliputi paspor yang masih berlaku, bukti kepemilikan dana minimal AUD 5.000, dokumen pendidikan seperti ijazah atau transkrip akademik, Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV), serta bukti kemampuan berbahasa Inggris melalui tes IELTS.
Baca Juga: iPhone Fold Bakal Jadi Penantang Serius Samsung? Ini 10 Fitur yang Jadi Sorotan
Dari seluruh persyaratan tersebut, hasil tes IELTS menjadi salah satu dokumen yang membutuhkan waktu persiapan paling lama. Tidak sedikit peserta yang memerlukan beberapa bulan untuk belajar atau mengikuti tes lebih dari satu kali demi memperoleh skor sesuai ketentuan.
Karena itu, persiapan IELTS sejak dini dinilai dapat meningkatkan peluang calon peserta lolos dalam proses seleksi Working Holiday Visa Australia.
Pentingnya IELTS bagi Peserta Working Holiday Visa
Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya menjadi syarat administrasi visa, tetapi juga menjadi bekal penting selama tinggal dan bekerja di Australia.
Penguasaan bahasa Inggris akan membantu peserta berkomunikasi dengan atasan maupun rekan kerja, memahami lingkungan kerja, serta mempermudah aktivitas sehari-hari seperti mencari tempat tinggal, menggunakan transportasi umum, membuka rekening bank, hingga membangun hubungan sosial.
Baca Juga: Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight
Dengan kemampuan bahasa yang baik, peserta juga dinilai lebih siap menghadapi tantangan saat bekerja di luar negeri.
