Pengamat Sebut Petani Lokal Harus jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Jumat 17 Jul 2026, 19:07 WIB
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha. (Sumber: Dok. Istimewa)
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha. (Sumber: Dok. Istimewa)

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Ketua Dewan Pengawas Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (BPP PISPI), Prof. Achmad Tjachja Nugraha menegaskan keberhasilan program ketahanan pangan nasional hanya akan tercapai jika petani lokal jadi pilar utama pembangunan sektor pertanian.

Selain memperbanyak produksi, petani juga harus didorong menjadi agripreneur yang mampu memanfaatkan teknologi, berinovasi, dan memiliki daya saing tinggi.

Menurut Achmad, kebijakan pemerintah menuju swasembada pangan merupakan langkah strategis yang harus diperkuat lewat sinergi dengan akademisi, dunia usaha, organisasi profesi, dan masyarakat.

"Petani lokal merupakan ujung tombak keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Ketahanan pangan yang kuat harus dibangun dari desa. Ketika petani semakin sejahtera, produksi meningkat, distribusi berjalan baik, dan harga tetap stabil, maka Indonesia akan semakin mandiri memenuhi kebutuhan pangannya," kata Achmad kepada Poskota, Jumat, 17 Juli 2026.

Baca Juga: Gertam Padi Serentak di Pandeglang Dorong Percepatan Swasembada Pangan Nasional

Ia menjelaskan penambahan produktivitas pertanian tidak cukup hanya lewat perluasan lahan. Menurutnya, diperlukan penerapan teknologi modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemudahan akses permodalan, kepastian pasar, penguatan kelembagaan petani, hingga sistem distribusi yang lebih efisien.

Achmad mendorong petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga menjadi agripreneur yang mampu membaca peluang pasar, mengembangkan hilirisasi, serta menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian.

Sementara itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah memperkuat sektor pangan, mulai penambahan produksi, pembangunan infrastruktur, pengembangan irigasi, hingga program hilirisasi hasil pertanian. Tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.

Adapun keberhasilan program ketahanan pangan harus dijaga melalui kolaborasi lintas sektor agar hasil produksi petani terserap optimal, memiliki nilai tambah, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Dukung Percepatan Program KBD Tebu di Subang untuk Swasembada Gula Nasional

Sebagai organisasi profesi, pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah melalui penguatan riset, pendampingan kepada petani, pengembangan inovasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya generasi agripreneur yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di samping itu, Achmad mengajak seluruh sarjana pertanian Indonesia mengambil peran aktif dalam pembangunan sektor pertanian melalui inovasi, pendampingan petani, penguatan kelembagaan, dan pengembangan teknologi.

"Saya mengajak seluruh sarjana pertanian di Indonesia untuk mengabdikan ilmu, pengalaman, dan inovasinya bagi kemajuan pertanian nasional. Mari bersama mewujudkan swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia," ucapnya.

Ia optimistis penguatan petani lokal dan pengembangan agripreneur di berbagai daerah akan membuat Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan pangan dunia sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Berita Terkait


News Update