Beberapa olahraga yang relatif aman dilakukan saat perut kosong antara lain:
- Jalan santai.
- Peregangan tubuh.
- Yoga.
- Latihan ringan dengan intensitas rendah.
Sementara itu, olahraga yang membutuhkan tenaga besar seperti lari jarak jauh, berenang intensif, tenis, atau latihan beban berat sebaiknya didukung dengan asupan makanan sebelumnya.
Untuk olahraga intensitas tinggi, tubuh membutuhkan energi yang cukup agar performa tetap stabil dan risiko kelelahan dapat dikurangi.
Makanan yang Baik Sebelum dan Sesudah Olahraga
Jika ingin melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, sebaiknya konsumsi makanan sekitar 2 hingga 3 jam sebelum latihan.
Pilihan makanan yang dapat membantu menyediakan energi antara lain:
- Pisang atau buah lainnya.
- Roti gandum dengan selai kacang.
- Oatmeal.
- Yogurt.
- Energy bar.
Kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat dapat membantu tubuh mendapatkan energi sekaligus menjaga daya tahan selama olahraga.
Baca Juga: Polri Respons Wacana Sertifikasi HAM untuk Promosi Jabatan, Klaim Sudah jadi Penilaian Anggota
Setelah olahraga selesai, tubuh juga membutuhkan nutrisi untuk proses pemulihan.
Dalam waktu sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah latihan, konsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti smoothie buah, susu rendah lemak, yogurt dengan buah, atau kacang-kacangan.
Jangan lupa menjaga cairan tubuh dengan minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Jadi, bolehkah olahraga saat perut kosong? Jawabannya adalah boleh, selama tubuh dalam kondisi sehat dan jenis olahraga yang dilakukan sesuai kemampuan.
Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga umumnya masih aman dilakukan tanpa sarapan terlebih dahulu. Namun, untuk latihan berat atau olahraga berdurasi lama, makan sebelum olahraga bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
