Penyidik juga berencana memeriksa ahli pidana sebelum menggelar perkara untuk menentukan ada atau tidaknya penetapan tersangka.
Sebelumnya beredar di media sosial dugaan bahwa korban tidak meninggal semata akibat kebakaran. Narasi yang beredar juga mengaitkan peristiwa tersebut dengan dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk mantan kekasih korban.
Selain itu, tersebar rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan berlari dari lokasi sesaat sebelum api berkobar.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Mulai Melanda Pandeglang, BPBD Imbau Warga Hemat Air Selama Musim Kemarau
Tidak hanya itu, dalam unggahan itu disebutkan sejumlah barang pribadi korban, seperti telepon seluler, dompet, dan jam tangan, tidak ditemukan setelah kejadian.
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, kepolisian menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan seluruh informasi yang muncul akan didalami.
Kebakaran itu sendiri terjadi di sebuah rumah indekos empat lantai di Jalan Sumur Batu Raya, Gang Buntu, RT 04 RW 92, Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 April 2026.
Muammar ditemukan meninggal dunia di kamar mandi lantai empat yang diduga menjadi titik awal munculnya api.
Baca Juga: Enam Terduga Pelaku Tawuran di Cimanggis Ditangkap, Polisi Sita Empat Sajam
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum api membesar terdengar suara ledakan dari lantai empat yang kemudian disusul kepulan asap tebal memenuhi bangunan.
Seorang penghuni sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api terus membesar sehingga upaya tersebut tidak berhasil.
"Awalnya terdengar seperti ada ledakan, pas dicek sudah banyak asap. Sudah coba dipadamkan tapi api makin besar," jelas Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Triyanto.
