Musim Kemarau Sebabkan Krisis Air Bersih di Pandeglang, Tiga Kecamatan Mulai Terdampak

Selasa 14 Jul 2026, 15:55 WIB
Tim dari BPBD-PK Pandeglang saat mendistribusikan bantuan air bersih di Kecamatan Angsana. (Sumber: BPBD-PK Pandeglang)
Tim dari BPBD-PK Pandeglang saat mendistribusikan bantuan air bersih di Kecamatan Angsana. (Sumber: BPBD-PK Pandeglang)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hingga pertengahan Juli 2026, sedikitnya tiga kecamatan telah terdampak kekeringan dan mengajukan bantuan distribusi air bersih kepada pemerintah daerah.

Ketiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih tersebut adalah Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi. Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sesuai dengan permohonan yang masuk dari daerah terdampak.

"Sudah ada tiga kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih, yakni Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi. Hari ini kami mendistribusikan air bersih ke Sindangresmi dan Karangtanjung, sedangkan kemarin ke Angsana," kata Riza saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa, 14 Juli 2026.

Baca Juga: 312 RW Hadapi Krisis Air Bersih, BPBD Cimahi Siapkan Langkah Darurat

150 Desa di Pandeglang Berpotensi Mengalami Kekeringan

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), sebanyak 150 desa di 20 kecamatan di Kabupaten Pandeglang masuk dalam kategori wilayah dengan potensi kekeringan tinggi selama musim kemarau.

Ke-20 kecamatan tersebut meliputi Sumur, Sukaresmi, Saketi, Pulosari, Patia, Pagelaran, Menes, Mandalawangi, Labuan, Jiput, Cisata, Cimanggu, Cikeusik, Cikedal, Cibitung, Carita, Angsana, Sindangresmi, Cadasari, dan Karangtanjung.

Selain itu, terdapat 15 kecamatan lainnya yang masuk kategori wilayah dengan potensi kekeringan sedang.

"Potensi kekeringan di Kabupaten Pandeglang berdasarkan KRB berada di 20 kecamatan dengan 150 desa yang berpotensi tinggi. Sementara 15 kecamatan lainnya memiliki potensi sedang," ujar Riza.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Tagihan PDAM untuk Ratusan Warga di Bekasi Utara Tetap Jalan

BPBDPK Kabupaten Pandeglang terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan, baik yang masuk kategori tinggi maupun sedang. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meluasnya krisis air bersih selama musim kemarau.

Menurut Riza, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama sehingga potensi kekeringan perlu terus diwaspadai.

"Untuk wilayah lainnya terus kami lakukan monitoring. Kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang," katanya.

Lima Desa di Kecamatan Angsana Terdampak Kekeringan

Sementara itu, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten, Beni Madsira, mengatakan pihaknya bersama BPBDPK telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana.

Distribusi dilakukan menggunakan tiga mobil tangki dan berlangsung sejak siang hingga Minggu malam sekitar pukul 23.05 WIB.

Menurut Beni, sedikitnya lima desa di Kecamatan Angsana telah terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala Pelaksana BPBDPK Pandeglang yang bergerak cepat membantu warga yang sedang membutuhkan air bersih," tuturnya.


Berita Terkait


News Update