Sebelumnya, seorang guru dan staf Tata Usaha SDN Srengseng Sawah 15 menerima pesan ancaman bom melalui WhatsApp sekitar pukul 06.28 WIB.
Tak lama berselang, sekitar pukul 07.21 WIB, pesan ancaman kembali dikirimkan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian agar dapat segera dilakukan penanganan.
Salah seorang guru, Subekti, menjelaskan bahwa saat pesan ancaman diterima, seluruh siswa dan tenaga pendidik tengah mengikuti upacara di halaman sekolah.
Untuk menghindari kepanikan di kalangan siswa, pihak sekolah memutuskan menyelesaikan upacara terlebih dahulu sebelum berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Setelah itu, petugas langsung melakukan sterilisasi di seluruh area sekolah hingga akhirnya memastikan tidak ada bom maupun benda berbahaya yang ditemukan.
