ChatGPT tidak lagi hanya mengolah teks, tetapi juga mampu memahami berbagai jenis masukan seperti suara, gambar, dokumen, hingga video.
Pengguna dapat memberikan instruksi melalui percakapan suara, mengunggah gambar untuk dianalisis, maupun meminta AI membuat ilustrasi berdasarkan deskripsi tertentu.
Tak hanya itu, kemampuan memahami video juga diprediksi semakin berkembang. ChatGPT dapat membantu merangkum isi video, mengidentifikasi objek penting, hingga memberikan analisis sesuai kebutuhan pengguna.
Baca Juga: Registrasi Kartu SIM Pakai NIK dan KK Resmi Dihentikan, Kini Wajib Verifikasi Wajah
Integrasi berbagai format tersebut membuat interaksi dengan AI menjadi lebih alami dan fleksibel.
Agen AI Otonom untuk Menyelesaikan Berbagai Tugas
Salah satu inovasi yang paling menarik adalah hadirnya ChatGPT sebagai agen AI otonom.
Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya merespons pertanyaan, agen AI mampu menjalankan serangkaian pekerjaan secara mandiri.
Misalnya, pengguna cukup memberikan satu perintah untuk merencanakan perjalanan, kemudian ChatGPT dapat membantu mencari tiket pesawat, memilih hotel, menyusun jadwal perjalanan, hingga membantu proses pemesanan melalui layanan yang terhubung.
Kemampuan tersebut berpotensi menghemat waktu sekaligus meningkatkan produktivitas karena berbagai pekerjaan dapat diselesaikan secara otomatis.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus Permanen di Hp
Terintegrasi dengan Berbagai Layanan Digital
ChatGPT diperkirakan akan semakin terhubung dengan berbagai aplikasi dan perangkat digital.
Integrasi ini memungkinkan AI mengelola kalender, membantu membalas email, mengatur pengingat, mengontrol perangkat rumah pintar (smart home), hingga mendukung proses pengembangan perangkat lunak melalui integrasi dengan lingkungan pemrograman.
