Kementan Siapkan Teknologi B100 Berbasis CPO, Dukung Hilirisasi Sawit dan Ketahanan Energi

Kamis 09 Jul 2026, 15:58 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menerapkan biodiesel B50 pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat bauran energi baru terbarukan. (Sumber: Kementan)
Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menerapkan biodiesel B50 pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat bauran energi baru terbarukan. (Sumber: Kementan)

Fadjry menilai modernisasi pertanian tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi di tingkat budidaya.

Menurutnya, hasil pertanian dan perkebunan juga harus mampu diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

"Inovasi seperti bioreaktor CPO menjadi B100 adalah contoh nyata bagaimana riset dan teknologi dapat menjawab kebutuhan energi nasional,” tuturnya.

Teknologi bioreaktor tersebut diperkenalkan kepada publik pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, bersama inovasi hilirisasi lain seperti teknologi produksi Virgin Coconut Oil (VCO) metode kering dan produk turunan kelapa.

Seluruh inovasi itu dikembangkan agar dapat dimanfaatkan petani, koperasi, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing sektor perkebunan.

"Kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak berhenti di laboratorium atau pameran, tetapi benar-benar sampai dan dapat diadopsi oleh petani di lapangan," beber Fadjry

Selanjutnya, Fadjry mengatakan, hilirisasi harus menjadi gerakan bersama agar komoditas perkebunan Indonesia mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Kata dia, langkah tersebut juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing sektor perkebunan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update