Kenapa Nama Provinsi Jawa Barat Mau Diganti? Simak Penjelasan Lengkap, Alasan, dan Status Terkininya

Sabtu 04 Jul 2026, 20:24 WIB
Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul usulan untuk mengganti nama provinsi tersebut menjadi Tatar Sunda atau Pasundan. (Sumber: X/@direktoridosen)
Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul usulan untuk mengganti nama provinsi tersebut menjadi Tatar Sunda atau Pasundan. (Sumber: X/@direktoridosen)

POSKOTA.CO.ID - Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul usulan untuk mengganti nama provinsi tersebut menjadi Tatar Sunda atau Pasundan.

Gagasan yang sebenarnya telah bergulir sejak beberapa tahun lalu itu kini kembali mencuat seiring dilaksanakannya audiensi antara para budayawan Sunda, akademisi, dan Komisi I DPRD Jawa Barat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk kembali membahas alasan, urgensi, serta langkah-langkah yang diperlukan apabila usulan pergantian nama benar-benar ingin diwujudkan melalui mekanisme yang berlaku.

Dalam audiensi yang digelar bersama Komisi I DPRD Jawa Barat, para akademisi dan budayawan menyampaikan berbagai argumentasi berdasarkan kajian sejarah, budaya, serta identitas masyarakat Sunda.

Lantas, mengapa nama Provinsi Jawa Barat diusulkan untuk diganti menjadi Tatar Sunda atau Pasundan?

Apa saja alasan yang dikemukakan oleh para pengusul, bagaimana tanggapan DPRD Jawa Barat terhadap usulan tersebut, dan sejauh mana status pembahasannya saat ini?

Berikut penjelasan lengkap mengenai latar belakang, argumentasi, serta perkembangan terbaru terkait usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Angka Perceraian Jawa Barat Tembus 98 Ribu, Kemenag Perkuat Peran KUA

Kenapa Nama Provinsi Jawa Barat Mau Diganti?

Salah satu anggota tim pengkaji pergantian nama Provinsi Jawa Barat yang juga Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, menjelaskan perjuangan tersebut dilakukan sebagai upaya mempertahankan identitas budaya Sunda.

Ia menyebut, identitas Sunda saat ini dinilai semakin tergerus sehingga perlu ada langkah simbolis yang mampu memperkuat kembali keberadaan budaya tersebut.

"Saya kira nggak ada soal momentum. Ini mah soal maraton perjuangan aja. Apalagi sekarang DPRD memberikan respons yang bagus," ujar Ganjar.

Menurutnya, istilah Sunda mengandung nilai historis, sosiologis, budaya, hingga psikologis yang menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Namun, seiring perkembangan sistem administrasi pemerintahan, identitas Sunda dinilai semakin memudar karena wilayah-wilayah yang dahulu berada dalam satu kesatuan budaya kini terbagi menjadi sejumlah daerah administratif.

"Kalau saya sendiri, paling tidak kita membuat monumen, karena Sunda itu sangat besar secara geologis. Ada Sunda Besar, Sunda Kecil, yang kemudian secara administratif menjadi tidak ada. Sekarang hanya jadi Jawa Barat saja," terang dia.

Dalam paparannya, Ganjar juga menjelaskan bahwa kawasan Tatar Sunda pada masa lalu memiliki cakupan wilayah yang jauh lebih luas dibanding batas administrasi Provinsi Jawa Barat saat ini.

Baca Juga: Utang Pinjol Warga Indonesia Terus Membengkak: Jawa Barat Ranking 1, NTB Paling Banyak Galbay

"Dulu Jakarta itu masuk ke wilayah Sunda secara administratif. Banten juga itu adalah wilayah Sunda. Dan sejarah menunjukkan bahwa Tatar Sunda itu mulai dari Banten sampai Cipamali bagian dari Jawa Tengah," katanya.

Menurutnya, fokus utama dari usulan tersebut bukanlah persoalan administratif ataupun pemisahan wilayah, melainkan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga identitas budaya Sunda.

"Yang penting maunya aja dulu, rumuskan dulu. Kalau itu sudah setuju, ya nanti jangan suka mikirin orang lain lah, diri sendiri aja mau mendukung atau tidak," ucapnya.


Berita Terkait


News Update