Menurutnya, istilah Sunda mengandung nilai historis, sosiologis, budaya, hingga psikologis yang menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat di wilayah Jawa Barat.
Namun, seiring perkembangan sistem administrasi pemerintahan, identitas Sunda dinilai semakin memudar karena wilayah-wilayah yang dahulu berada dalam satu kesatuan budaya kini terbagi menjadi sejumlah daerah administratif.
"Kalau saya sendiri, paling tidak kita membuat monumen, karena Sunda itu sangat besar secara geologis. Ada Sunda Besar, Sunda Kecil, yang kemudian secara administratif menjadi tidak ada. Sekarang hanya jadi Jawa Barat saja," terang dia.
Dalam paparannya, Ganjar juga menjelaskan bahwa kawasan Tatar Sunda pada masa lalu memiliki cakupan wilayah yang jauh lebih luas dibanding batas administrasi Provinsi Jawa Barat saat ini.
Baca Juga: Utang Pinjol Warga Indonesia Terus Membengkak: Jawa Barat Ranking 1, NTB Paling Banyak Galbay
"Dulu Jakarta itu masuk ke wilayah Sunda secara administratif. Banten juga itu adalah wilayah Sunda. Dan sejarah menunjukkan bahwa Tatar Sunda itu mulai dari Banten sampai Cipamali bagian dari Jawa Tengah," katanya.
Menurutnya, fokus utama dari usulan tersebut bukanlah persoalan administratif ataupun pemisahan wilayah, melainkan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga identitas budaya Sunda.
"Yang penting maunya aja dulu, rumuskan dulu. Kalau itu sudah setuju, ya nanti jangan suka mikirin orang lain lah, diri sendiri aja mau mendukung atau tidak," ucapnya.
