TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dua pelaku dugaan penyerangan pedagang buah di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, ditangkap.
Penyerangan itu bermula saat seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang buah meminta uang sebesar Rp10 ribu per hari.
"Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu yang bersangkutan pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan mengajak beberapa rekannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit, Jumat, 3 Juli 2026.
Kemudian, pelaku datang membawa sekitar enam orang dan menantang para pedagang. Kalah jumlah, komplotan tersebut datang dengan sepuluh orang bersenjata tajam.
Baca Juga: Rotasi Pejabat Polresta Tangerang, Kapolres Tekankan Perbaikan Layanan Masyarakat
"Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," ujarnya.
Akibat kejadian itu, tiga pedagang menderita luka serius di beberapa bagian tubuh. Selain itu, dua orang dari kelompok penyerang juga mengalami luka dan menjalani perawatan medis.
Usai menerima laporan, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek melakukan penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengembangan di lapangan, polisi menangkap dua orang diduga terlibat peristiwa berdarah tersebut.
Baca Juga: 20 Pabrik di Kabupaten Tangerang Terbakar Sepanjang 2026
Salah seorang pelaku berinisial MSS alias Bule diduga membacok korban. Sementara itu, Panji alias Qbenk diduga berperan membawa salah seorang pelaku ke rumah sakit setelah kejadian.
"Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Saat ini, penyidik masih memburu pelaku lain, di antaranya ZI alias Udin, Fajar, dan Angki.
"Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat," pungkasnya.
