“Perbedaan adalah keniscayaan. Beda sikap politik karena beda parpol memang begitu adanya.Tak perlu diperdebatkan, apa yang sedang diperdebatkan. jangan sampai kita sendiri yang malah debat kusir nggak tahu juntrungannya,” urai mas Bro.
“Setuju Bro, tak memperdebatkan apa yang mereka perdebatkan,” kata Yudi
“Tetapi Bro. Jika kita cermati dinamika politik belakangan ini cukup menarik. Kalau sebelumnya terkesan adem ayem, kini mulai menggeliat memperlihatkan jati dirinya,” jelas Heri.
“Kayak pengamat aja kalian,” kata Yudi.
“Boleh dong, sesekali seolah menjadi pengamat politik ala kita sendiri,pandangan politik dari rakyat kecil seperti kita,” jelas Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tahun Pemberantasan Korupsi
“Jangan sok tahu, paham enggak sikap politik ambigu?” tanya Yudi.
‘Itu sikap yang fleksibel, tidak tegas hitam putih, itu sah-sah saja guna menghindari gesekan,” kata Heri.
“Jangan pula bermain dua kaki,” kata Yudi lagi.
“Loh, kalau tidak bermain di dua kaki, gimana? Kita punya dua kaki , mosok diminta bermain dengan satu kaki, nggak total namanya,” jelas Heri.
“Sudah, sudah nggak usah diteruskan. Dua kaki itu istilah, bukan makna harfiah,” ujar mas Bro meredam situasi.
