Ekonomika Pancasila: Ekonom dan Ekonomi Mafia

Jumat 19 Jun 2026, 10:57 WIB
Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono (Sumber: Dok. Poskota)
Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono (Sumber: Dok. Poskota)

Kelima, mafia anggaran/proyek. Mereka menggiring proyek sejak perencanaan hingga ke pelaksanaan. Mereka melibatkan oknum-oknum anggota DPR, Banggar dan unsur kementrian terkait sehingga beres plus sukses proyeknya.

Keenam, mafia jabatan. Mereka mengatur jabatan-jabatan strategis mulai menteri, dirjen, sekjen, kepala badan, eselon, dst. Jaringannya menyebar di berbagai lini kehidupan, aktif lobi dan sangat sistematis.

Ketujuh, mafia impor. Mereka mengatur jatah dan kuota impor apa saja. Mereka punya jalur perizinan, logistik, pasar dan hulu hilirnya. Pengusaha besar kita kebanyakan beroperasi di wilayah ini.

Kedelapan, mafia penyeludupan. Mereka menyelundupkan apa saja karena menguasai jalur laut, udara dan darat serta bea cukai. Berkuasa dari penyelundupan narkoba, alat-alat IA, minyak, benda purbakala dan bahkan manusia.

Kesembilan, mafia tambang. Kita adalah tanah besar tambang apa saja. Tetapi mafianyalah yang paling banyak menikmatinya. Penyelundupan ekspor dan impor minerba luar biasa besar dan selalu melibatkan istana dan kaum bersenjata. Mereka kini membiayai parpol dan capres.

Kesepuluh, mafia pajak. Mereka bersekongkol mengatur besar kecilnya pajak, bahkan menggelapkannya. Mereka bekerja sangat cermat dan segelintir elite menikmatinya. Mulai dari perbangkan, lawyer, petugas pajak dll.

Tentu masih banyak jenis mafia yang lainnya. Tetapi, menjamurnya mafia ini aneh karena kita negara pancasila. Sayangnya, fakta itu riil dan tak mudah dinafikan plus menghilangkannya. Sungguh ini problem besar yang laten bin gigantik.

Dalam negara yang KKNnya sistemik, endemik, agamis bahkan merajalela, dibutuhkan pemimpin jenius, berani, bersih dan menyempal untuk menghancurkannya. Kita juga perlu sistem yang kredibel plus waktu yang panjang untuk menghapusnya. Semoga mestakung.

Opini ini ditulis oleh CEO Nusantara Center, Yudhie Haryono.


Berita Terkait


News Update