Perang Bintang AADC dan Strategi Merek Lawan Angin Krisis Reputasi

Kamis 18 Jun 2026, 22:49 WIB
IIustrasi - Industri herbaI di Indonesia diwarnai dengan perang produk menampiIkan bintang fiIm Ada Apa Dengan Cinta (AADC) (Sumber: Istimewa)
IIustrasi - Industri herbaI di Indonesia diwarnai dengan perang produk menampiIkan bintang fiIm Ada Apa Dengan Cinta (AADC) (Sumber: Istimewa)

Dalam konteks inilah, penggunaan figur populer, seperti Nicholas Saputra, menjadi langkah taktis. Citra Nicholas yang selektif, berintegritas, dan lekat dengan advokasi lingkungan diharapkan mampu menjadi perisai kredibilitas.

“Nicholas ini orangnya sangat hati-hati. Kita tahu sendiri image yang dijaga, lalu selalu menjaga integritas sebagai aktor,” jelas Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, kepada media pada 19 Mei 2026.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang secara tersirat menyinggung krisis hoaks eugenol saat peluncuran kampanye tersebut. “Kita ini hidup di tengah media sosial yang satu hari berita-beritanya bisa membuat kita roboh karena berita hoaks,” ungkap Irwan.

Pada akhirnya, perang bintang AADC di layar kaca ini menunjukkan bahwa celebrity endorser bukan sekadar alat pendongkrak penjualan. Bagi merek herbal yang rentan terhadap isu kesehatan dan keamanan bahan baku, sosok seperti Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo adalah benteng pertahanan narasi.

Seperti dicatat oleh pengulas iklan Ad Nut dari Campaign Indonesia, “Ini bukan hanya perang produk. Ini perang cara memandang angin: apakah ia harus dikeluarkan… atau dilawan.” Dan bagi Tolak Angin, angin yang harus dilawan tampaknya juga adalah badai krisis reputasinya sendiri.


News Update