Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling, memiliki arti manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan di mana kedudukannya, sekalipun sangat tinggi pangkat, jabatan dan kekuasaan, tetaplah sebagai ciptaan Tuhan. Sementara waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan.
Semakin tinggi jabatan dan kekuasaan, membuka peluang kian tinggi tantangan dan godaan yang datang, tak ubahnya pohon yang menjulang tinggi.
Tak berlebihan jika kian tinggi kekuasaan, eling lan waspada harus semakin ditingkatkan. Kian dituntut kemampuan merespons situasi terkini, sering disebut mampu menyimak tanda – tanda zaman.
Baca Juga: Kopi Pagi: Bijak Berucap dan Bersikap
Dalam pengelolaan risiko bencana kita kenal istilah early warning system ( sistem peringatan dini) yang bertujuan mengurangi sekecil mungkin dampak negatif dari bencana terhadap kehidupan manusia dan aset penting lainnya.
Dengan notifikasi peringatan dini tentang potensi bencana alam secara real time ini, diharapkan terdapat waktu yang cukup untuk merespons dan menyelamatkan diri guna meminimalisir risiko bencana, baik korban jiwa maupun harta benda.
Dapat dikatakan, peringatan dini dimaksud sebagai sinyal terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang disampaikan secara real time kepada publik melalui notifikasi situasi terkini.
Dalam dunia politik, kita kenal juga istilah sinyal politik, acap disebut pula alarm politik terhadap kian marak dan menguatnya gerakan aspirasi publik yang disampaikan baik melalui unjuk rasa (demonstrasi) maupun forum diskusi di uang publik.
Jika aksi ini bukan sebatas aspirasi biasa, tetapi sudah menjadi alarm politik atas keresahan publik atas kondisi ekonomi yang sedang dan bakal terjadi ke depan, tentu wajib direspons secara cepat dan tepat, tak ubahnya masyarakat merespons peringatan dini bencana alam.
Apa yang dirisaukan dan dikeluhkan publik itulah yang harus direspons cepat dan tepat melalui aksi nyata dengan menggulirkan kebijakan sesuai kehendak rakyat. Utamanya di bidang ekonomi untuk meningkatkan daya beli masyarakat, upaya pengendalian harga barang dan jasa. Bukan merespons dengan adu argumentasi yang hanya akan memperlebar jarak antara rakyat dan penguasa, baik di pusat maupun daerah.
Jangan biarkan riak kecil berkembang menjadi gelombang besar, terlebih jika sinyal gelombang mulai menerjang. Itulah perlunya eling lan waspada sebagai bagian untuk berbenah diri.
Eling siapa diri kita. Waspada dalam setiap langkah agar tidak terpeleset atau tergelincir. Waspada dalam setiap ucapan dan perbuatan. Ini hendaknya merujuk kepada ucapan santun, ucapan yang bisa membuat orang lain menjadi tersanjung, bukan limbung, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.
