Ia menambahkan, meski tantangan zaman saat ini berbeda dengan masa Rasulullah SAW, semangat perjuangan yang dibutuhkan tetap sama.
"Kita harus mampu menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman sebagai kekuatan dalam membangun bangsa," ujarnya.
Selain pembangunan sumber daya manusia, KH Achmad juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
Ia menilai bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu mengelola potensi sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pihak lain.
"Ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama agar kesejahteraan rakyat dapat semakin meningkat," tuturnya.
Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 H menjadi awal lahirnya semangat baru bagi seluruh masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera
