POSKOTA.CO.ID - “Tak sedikit yang terjerat kasus bukan karena kekurangan harta benda, tetapi lebih karena keserakahan, tiadanya kemampuan mengendalikan keinginan pribadi, ditambah lagi adanya godaan di sana – sini. Tak acap,terbuka peluang karena koneksi jabatan dan kekuasaan.” -Harmoko -
Dalam beberapa hari terakhir ini kasus korupsi kembali menjadi sorotan publik.Bukan saja karena menelan banyak kerugian negara, tetapi sudah menyasar sektor yang seharusnya tabu untuk dipermainkan, terlebih diselewengkan.
Rakyat terbelalak, seolah tak percaya menyaksikan program MBG ( Makan Bergizi Gratis), program penting, unggulan, sering disebut pula sebagai program mulia, ikut dikorupsi. Terlebih dilakukan oleh pimpinan badan pengelola MBG.
Adakah yang salah dalam program MBG? Jawabnya tidak. MBG sudah berada di jalur yang tepat. Program unggulan yang selama ini digadang – gadang oleh pemerintah dapat memberikan manfaat besar bagi rakyat, menyiapkan generasi cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Kopi Pagi: Membangun Kepercayaan Publik
Acap disebut program MBG ini menjadi pertaruhan bagi pemerintahan yang sekarang. Tiada kata lain, kecuali berhasil dan sukses , dijalankan secara baik dan benar serta tepat sasaran sehingga memberikan manfaat bagi rakyat sebagaimana tujuan yang hendak dicapai.
Apa pun yang terjadi, di tengah efisiensi anggaran, masih mencuatnya narasi saran dan kritik publik, MBG tetap menjadi program prioritas yang harus dijalankan.
Terlebih kian menguatnya dukungan politik terhadap program unggulan dimaksud karena sangat besar manfaatnya bagi rakyat, bukan hanya sekarang tetapi masa depan.
Tak terbantahkan, program MBG langsung mendunia, decak kagum dilontarkan tokoh hebat dunia karena Indonesia memberi makan rakyat setara tujuh negara Singapura, saat penerima MBG masih 35 juta.
Baca Juga: Kopi Pagi: Bijak Berucap dan Bersikap
Kini sudah menjangkau hampir 70 juta penerima, atau hampir 75 persen dari 82,9 juta orang target sasaran yang dapat dicapai akhir tahun 2026.
