Rupiah Melemah ke Rp18 Ribu per Dolar, Apa Efeknya bagi Kehidupan Sehari-hari?

Minggu 07 Jun 2026, 16:36 WIB
Rupiah melemah ke Rp18 ribu per dolar. (Sumber: Freepik)

Rupiah melemah ke Rp18 ribu per dolar. (Sumber: Freepik)

Kelompok kelas menengah menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya. Pengeluaran untuk kebutuhan sekunder seperti hiburan, nongkrong, liburan, hingga belanja non-prioritas biasanya mulai dikurangi untuk menjaga kondisi keuangan keluarga.

Cicilan dan Kredit Berpotensi Lebih Membebani

Pelemahan rupiah juga dapat memengaruhi kebijakan suku bunga. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, otoritas moneter biasanya lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.

Akibatnya, bunga kredit berpotensi tetap tinggi atau bahkan meningkat. Kondisi ini bisa dirasakan oleh masyarakat yang memiliki KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, maupun pinjaman usaha karena beban pembayaran bulanan menjadi lebih besar.

Baca Juga: BNI Jaga Layanan Tetap Andal di Momen Libur Panjang

Risiko PHK dan Perlambatan Usaha

Meningkatnya biaya produksi di tengah melemahnya daya beli masyarakat dapat menjadi tantangan bagi dunia usaha.

Perusahaan maupun pelaku UMKM berpotensi menunda ekspansi, mengurangi jam kerja, hingga melakukan efisiensi tenaga kerja. Dalam kondisi yang lebih berat, langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat menjadi pilihan untuk menekan biaya operasional.

Kelas Menengah Menjadi Kelompok Rentan

Keluarga yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi relatif aman dapat mulai menghadapi tekanan keuangan.

Tabungan yang terus tergerus akibat kenaikan biaya hidup, ditambah meningkatnya beban utang, dapat membuat sebagian kelompok kelas menengah masuk ke kategori rentan secara ekonomi. Risiko tersebut semakin besar apabila terjadi kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan.

Kelompok Menengah Bawah Paling Terdampak

Masyarakat berpenghasilan rendah diperkirakan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pelemahan rupiah.

Pasalnya, sebagian besar pengeluaran mereka digunakan untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan transportasi. Kenaikan harga yang relatif kecil sekalipun dapat memberikan tekanan signifikan terhadap kondisi keuangan rumah tangga.

Bagi sebagian keluarga yang telah bergantung pada pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi ekonomi mereka.

Pemilik Dolar dan Emas Dinilai Lebih Aman

Di sisi lain, masyarakat yang memiliki simpanan dalam bentuk dolar AS atau emas cenderung lebih terlindungi dari pelemahan rupiah.


Berita Terkait


News Update