Namun, memasuki gim kedua, pasangan Malaysia mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka. Pengalaman dan ketenangan dalam mengelola pertandingan menjadi faktor penting yang membantu mereka bangkit dari tekanan.
Pada gim kedua, pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Kedua pasangan saling mengejar perolehan poin dan menampilkan reli-reli panjang yang memukau penonton.
Meski Raymond/Joaquin sempat memberikan perlawanan sengit, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Pasangan Malaysia akhirnya berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-18 dan memaksa pertandingan berlanjut ke rubber game.
Momentum kemenangan di gim kedua tampaknya menjadi titik balik bagi pasangan Malaysia.
Pada gim penentuan, mereka tampil semakin percaya diri dan mampu menekan pasangan Indonesia sejak awal.
Sebaliknya, Raymond/Joaquin terlihat kesulitan keluar dari tekanan lawan. Sejumlah kesalahan sendiri dan rapatnya pertahanan pasangan Malaysia membuat pasangan Indonesia tertinggal cukup jauh.
Goh Sze Fei/Nur Izzuddin akhirnya memastikan kemenangan setelah menutup gim ketiga dengan skor 21-10 sekaligus mengamankan gelar juara ganda putra Polytron Indonesia Open 2026.
Sebelum mencapai partai puncak, Raymond/Joaquin menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.
Mereka berhasil melewati berbagai tantangan dan menyingkirkan sejumlah pasangan kuat.
Tiket final berhasil diamankan setelah Raymond/Joaquin menaklukkan pasangan sesama Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, pada babak semifinal yang berlangsung Sabtu, 6 Juni 2026.
