POSKOTA.CO.ID - Citroen EC3, mobil listrik asal Prancis yang diproduksi di India, resmi hadir meramaikan pasar otomotif Indonesia dengan harga Rp380.000.000-Rp395.500.000 (OTR).
Kehadirannya menambah pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen sub compact SUV yang saat ini semakin kompetitif.
Dengan banderol tersebut, Citroen EC3 memang berada di atas sejumlah rival berbahan bakar bensin seperti Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Nissan Magnite, Chery Tiggo 5X, hingga Wuling Alvez yang umumnya dipasarkan di kisaran Rp200–300 jutaan. Namun, perbedaan harga ini diimbangi dengan pendekatan teknologi yang berbeda.
Meski terlihat lebih mahal di awal pembelian, Citroen EC3 menawarkan sejumlah keunggulan yang berfokus pada efisiensi biaya operasional, kemudahan perawatan, serta kenyamanan berkendara khas mobil Eropa, yang menjadi daya tarik utama bagi pengguna dengan mobilitas harian tinggi.
Baca Juga: Tak Sekadar untuk Dalam Kota, Motor Listrik Yadea Tembus 156 Km dalam Sekali Cas
Desain Eksterior Sederhana dengan Identitas Mobil Listrik
Secara tampilan, Citroen EC3 tidak jauh berbeda dengan versi bermesin bensin, Citroen C3. Namun, terdapat sejumlah detail yang membedakan versi listrik ini.
Pada bagian belakang, EC3 tidak lagi menggunakan pipa knalpot serta hadir dengan emblem huruf “e” berwarna biru sebagai penanda elektrifikasi.
Logo serupa juga disematkan pada sisi pintu kanan dan kiri. Sementara itu, port pengisian daya ditempatkan di sisi kanan kendaraan, tepatnya di atas roda depan.
Dari sisi dimensi, Citroen C3 EV memiliki panjang 3.981 mm, lebar 1.733 mm, dan tinggi 1.604 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.540 mm. Untuk mendukung kenyamanan berkendara, mobil ini menggunakan ban berukuran 195/65 R15 yang umum di segmen sub compact SUV.
Baterai, Performa, dan Jarak Tempuh Citroen EC3
Citroen EC3 dibekali baterai Lithium Ferrous Phosphate berkapasitas 29,2 kWh yang ditempatkan di bawah lantai kabin. Konfigurasi ini membuat ground clearance berkurang sekitar 10 mm menjadi 170 mm.
Untuk pengisian cepat, fitur DC fast charging memungkinkan pengisian dari 10–80 persen dalam waktu sekitar 57 menit di SPKLU.
Dari sisi performa, mobil listrik ini ditenagai motor listrik dengan output 57 dk dan torsi 142 Nm, yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian di area perkotaan.
Dengan efisiensi konsumsi daya sekitar 7,8 km/kWh, Citroen EC3 mampu menempuh jarak hingga 227,76 kilometer dalam kondisi penggunaan normal di dalam kota.
Baca Juga: Wuling Eksion PHEV Tuntaskan Perjalanan 627 Km Jakarta-Yogyakarta, Ini Hasilnya
Perawatan Lebih Sederhana dan Biaya Lebih Hemat
Sebagai kendaraan listrik, Citroen EC3 menawarkan kemudahan dalam hal perawatan. Mobil ini tidak membutuhkan komponen seperti oli mesin, oli transmisi, filter oli, maupun filter udara seperti pada mobil bermesin konvensional.
Perawatan rutin umumnya hanya mencakup pengecekan coolant, cairan rem, tekanan ban, serta filter AC.
Selain itu, teknologi regenerative braking membantu mengurangi keausan kampas rem karena proses deselerasi sebagian besar dibantu oleh motor listrik.
Citroen juga memberikan garansi servis selama 4 tahun atau 50.000 km, serta garansi baterai hingga 7 tahun atau 140.000 km, yang memberikan rasa aman bagi pemilik dalam jangka panjang.
Kenyamanan Khas Mobil Eropa dengan Suspensi Fleksibel
Citroen EC3 tetap membawa DNA kenyamanan khas Eropa melalui konsep “Flying Carpet Ride” yang menjadi identitas utama brand Citroen. Mobil ini menggunakan suspensi McPherson Strut di bagian depan dan Twist Beam Axle di bagian belakang.
Meski merupakan konfigurasi umum di kelasnya, Citroen mengklaim kenyamanan tetap optimal berkat kombinasi setelan pegas, peredam kejut, geometri suspensi, hingga karakter sasis.
Dukungan ban berprofil tinggi 195/65 R15 dari Ceat juga berkontribusi dalam meningkatkan kenyamanan, terutama saat melintasi jalan dengan permukaan tidak rata.
Baca Juga: MPMX Fokus Perkuat Semua Lini Usaha di 2026, dari Motor Honda hingga Kendaraan Listrik
Opsi Warna dan Personalisasi Lebih Beragam
Selain aspek teknis, Citroen EC3 juga menawarkan fleksibilitas dalam personalisasi tampilan. Tersedia empat warna dasar yaitu Polar White, Zesty Orange, Platinum Grey, dan Steel Grey.
Keempat warna tersebut dapat dikombinasikan menjadi enam pilihan dual tone, memberikan lebih banyak opsi sesuai selera konsumen, seperti Polar White dengan Zesty Orange Roof hingga Steel Grey dengan Platinum Grey Roof.
Tidak hanya itu, konsumen juga dapat memilih warna aksen tambahan pada frame foglamp, side moulding, hingga trim dasbor antara Zesty Orange atau Steel Grey untuk memperkuat karakter visual kendaraan.
Citroen EC3 hadir sebagai alternatif mobil listrik di segmen sub compact SUV yang mengedepankan efisiensi biaya, kemudahan perawatan, serta kenyamanan berkendara khas Eropa, menjadikannya salah satu pilihan menarik di tengah percepatan elektrifikasi otomotif di Indonesia.
