Gelar Pendidikan Demokrasi, Anggota DPRD Jabar Abdul Karim: Pelajar Penentu Arah Masa Depan Indonesia

Kamis 04 Jun 2026, 19:10 WIB
Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim, saat menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Sumber: Dok. Istimewa)

Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim, saat menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Sumber: Dok. Istimewa)

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim menegaskan pentingnya pendidikan demokrasi bagi kalangan pelajar sebagai bekal menghadapi peran mereka sebagai pemilih pemula pada pemilu mendatang. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tersebut, Abdul Karim mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.

Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi politik perlu ditanamkan sejak dini. Pendidikan demokrasi bagi pelajar dinilai menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi politik dan kesadaran berbangsa di kalangan generasi muda.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, para pelajar yang saat ini masih berada di bangku sekolah dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia pemilih. Mereka akan menjadi bagian dari kelompok pemilih pemula yang memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan dan demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Harap Hari Jadi Tatar Sunda Momentum Pengingat Jati Diri Masyarakat Sunda

“Anak-anak muda harus memahami demokrasi sejak sekarang. Ketika nanti menjadi pemilih pemula, mereka tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu memilih secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab,” kata Abdul Karim.

Lebih lanjut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur tersebut menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memilih dalam pemilu, melainkan juga sikap menghargai perbedaan pendapat, menjunjung musyawarah, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Abdul Karim menilai literasi demokrasi yang diberikan sejak usia sekolah akan membentuk generasi yang lebih kritis terhadap berbagai persoalan publik sekaligus mampu menangkal informasi yang menyesatkan, terutama di era digital saat ini.

“Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran politik yang baik. Karena itu, pendidikan demokrasi harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga: Datangi Perumda Tirta Bumi Wibawa, Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Monitoring Kesiapan Air Bersih di Sukabumi

Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga diajak berdialog mengenai sistem demokrasi di Indonesia, fungsi lembaga legislatif, serta peran masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan.


Berita Terkait


News Update