Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta terkait proses politik dan partisipasi warga negara dalam pembangunan.
Pendidikan demokrasi bagi pelajar dinilai penting untuk menumbuhkan pemahaman terhadap sistem pemerintahan dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Abdul Karim berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar lahir generasi muda yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan komitmen kuat dalam menjaga demokrasi Indonesia.
“Jika pendidikan demokrasi diajarkan sejak dini, saya optimistis generasi muda akan menjadi kekuatan utama yang membawa demokrasi Indonesia ke arah yang lebih baik, lebih dewasa, dan lebih berkualitas,” tuturnya.
