Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim Ingatkan Ancaman Longsor, Dorong Mitigasi di Cibuluh Cianjur Dipercepat

Selasa 31 Mar 2026, 20:20 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Karim. (Sumber: Istimewa)

Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Karim. (Sumber: Istimewa)

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim menyoroti serius potensi ancaman tanah longsor yang mengintai permukiman warga di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Wilayah yang berada di kontur perbukitan dengan tingkat kerentanan tinggi itu dinilai membutuhkan penanganan cepat dan terukur dari pemerintah daerah.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut hasil pantauan serta laporan masyarakat menunjukkan sejumlah titik permukiman berada di lereng labil yang semakin berisiko saat intensitas hujan meningkat. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu pergerakan tanah yang dapat membahayakan keselamatan warga.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait harus segera melakukan langkah mitigasi. Jangan menunggu sampai terjadi korban. Wilayah dengan potensi longsor tinggi harus dipetakan dan ditangani secara komprehensif,” ujar legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur ini.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim, Dorong Percepatan Pembangunan Akses Jalan Desa di Cianjur untuk Peningkatan Ekonomi Warga

Ia menegaskan, upaya mitigasi tidak hanya bersifat struktural seperti pembangunan tembok penahan tanah dan perbaikan drainase, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Warga di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada puncak musim hujan.

Menurutnya, rentetan kejadian longsor di sejumlah wilayah Cianjur dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan penting bahwa kesiapsiagaan tidak boleh diabaikan. Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mempercepat penanganan kawasan rawan bencana.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cidaun Gagan Rusganda mengungkapkan, bencana longsor sebelumnya terjadi di Desa Cibuluh pada Jumat (27/3) akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Cianjur selama dua hari berturut-turut. Longsor tercatat terjadi di 17 titik, sebagian besar menutup akses jalan penghubung antar desa serta area persawahan warga.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Apresiasi Kinerja Dishub dalam Pengelolaan Mudik Lebaran 2026

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut menyebabkan jalan utama sepanjang sekitar 750 meter di 14 titik terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, aktivitas warga dari sejumlah desa sempat terhambat.


Berita Terkait


News Update