POSKOTA.CO.ID - Kasus penusukan yang menimpa seorang perawat di sebuah klinik gigi di Kota Tangerang menyita perhatian publik. Pelaku berinisial MA diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan berupa skizofrenia dan sedang menjalani pengobatan rawat jalan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026, di sebuah klinik gigi yang berlokasi di kawasan Jalan Raya Regency, Kota Tangerang.
Korban berinisial VS mengalami sejumlah luka tusuk serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang.
Di tengah sorotan terhadap kasus tersebut, banyak masyarakat yang mulai mencari informasi mengenai skizofrenia, gangguan mental yang disebut dialami oleh pelaku.
Apa Itu Skizofrenia?

Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan mental kronis yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan emosi, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan persepsi terhadap realitas sehingga sulit membedakan antara kenyataan dan hal yang hanya ada dalam pikirannya.
Dilansir dari laman resmi World Health Organization (WHO) pada Selasa, 2 Juni 2026. Skizofrenia dapat memengaruhi fungsi sosial, pekerjaan, pendidikan, hingga kualitas hidup seseorang apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Gejala Skizofrenia yang Perlu Diketahui
Gejala skizofrenia dapat berbeda pada setiap individu. Namun, secara umum terdapat beberapa tanda yang sering muncul, antara lain:
Baca Juga: Kemenkes akan Loloskan Aturan Standarisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak
- Halusinasi
Penderita dapat melihat, mendengar, mencium, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi pendengaran, seperti mendengar suara atau bisikan, menjadi salah satu gejala yang paling umum.
- Delusi atau Waham
Delusi adalah keyakinan yang sangat kuat tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, seseorang merasa sedang diawasi, diikuti, atau memiliki kemampuan luar biasa yang sebenarnya tidak dimiliki.
- Gangguan Pola Bicara
Pengidap skizofrenia dapat mengalami kesulitan menyusun kalimat secara runtut. Pembicaraan mereka sering kali melompat-lompat, sulit dipahami, atau tidak memiliki hubungan yang jelas antar topik.
- Perilaku Tidak Teratur
Gejala ini dapat berupa tindakan yang sulit diprediksi, gerakan tubuh yang tidak biasa, hingga kondisi katatonik yang membuat seseorang menjadi sangat pasif atau justru hiperaktif.
Penyebab dan Faktor Risiko Skizofrenia
Hingga saat ini, penyebab pasti skizofrenia belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa gangguan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, ketidakseimbangan zat kimia di otak, serta faktor lingkungan tertentu.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko skizofrenia meliputi riwayat keluarga dengan gangguan serupa, komplikasi saat kehamilan atau persalinan, serta paparan stres berat dalam jangka panjang.
Kronologi Penusukan Perawat di Klinik Gigi Tangerang
Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku MA sempat menggunakan fasilitas toilet di klinik tersebut dan diantar oleh korban menuju lokasi.
Namun, saat korban berada di dekat pelaku, MA diduga tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dari dalam tasnya dan melakukan penyerangan.
Baca Juga: Sumber Penghidupan Terancam, Petani Tembakau dan Cengkeh Dirundung Rancangan Aturan Kemasan Polos
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, punggung, dan perut.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Pentingnya Penanganan dan Dukungan bagi Pengidap Skizofrenia
Skizofrenia bukan sekadar gangguan mental biasa dan memerlukan penanganan medis jangka panjang.
Dengan pengobatan yang tepat, terapi psikososial, serta dukungan keluarga dan lingkungan, banyak pengidap skizofrenia yang dapat menjalani kehidupan secara produktif dan mandiri.
Para ahli kesehatan mental juga mengingatkan bahwa tidak semua pengidap skizofrenia berperilaku agresif.
Stigma negatif terhadap penderita justru dapat menghambat proses pemulihan dan akses mereka terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan.
