Ia juga menyampaikan, setelah prosesi pengambilan Api Abadi yang kemudian dijadikan sebagai Api Dharma, api tersebut secara simbolis akan dibawa dan disemayamkan di Candi Mendut sebelum akhirnya dipersembahkan di Candi Borobudur.
Sementara Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha, Nyoman Suriadarma menyebut bahwa Api Mrapen merupakan simbul atau bentuk dari semangat yang memang dibutuhkan oleh semua kehidupan.
“Hari ini telah selesai dilaksanakan prosesi pensakralan Api Abadi serta pembacaan paritta oleh berbagai mazhab dan dilakukan pradaksina. Aktivitas ini merupakan sesuatu yang rutin setiap tahun, dalam upaya kita melakukan suatu penghargaan penghormatan kepada segenap kehidupan karena api merupakan bentuk dari semangat,” katanya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pradaksina merupakan salah satu bentuk ritual untuk melakukan penghormatan kepada situs-situs Candi Buddha dengan harapan keselamatan keluarga, bangsa, negara dan keselamatan alam maupun kedamaian dunia.
