POSKOTA.CO.ID - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza dilaporkan mengalami tindak kekerasan fisik saat ditahan aparat militer Israel.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Darianto, setelah para WNI tiba dengan selamat di Turki dan berada dalam pendampingan pihak Konsulat Jenderal RI.
Dalam keterangannya, Darianto mengungkapkan bahwa para relawan kemanusiaan asal Indonesia sempat mendapatkan perlakuan kasar selama masa penahanan yang berlangsung sekitar tiga hingga empat hari.
Beberapa korban disebut mengalami tindakan fisik berupa pemukulan, tendangan, hingga penyetruman oleh aparat yang menahan mereka.
WNI Mengalami Kekerasan Saat Ditahan

“Kami, Konsulat Jenderal RI di Istanbul, Alhamdulillah hari ini bersama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi GSF telah berada bersama kami dalam kondisi sehat walafiat. Meski demikian, selama tiga hingga empat hari mereka mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul, hingga disetrum,” ujar Darianto.
Meski telah mengonfirmasi adanya dugaan kekerasan, pihak KJRI Istanbul belum mengungkap identitas korban maupun jumlah pasti WNI yang mengalami tindakan paling berat selama penahanan tersebut.
Video Penahanan Relawan Viral di Media Sosial
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan perlakuan keras terhadap relawan Global Sumud Flotilla yang ditangkap aparat Israel.
Dalam rekaman tersebut, para relawan terlihat diborgol dengan tangan terikat ke belakang menggunakan tali. Mereka juga tampak diseret oleh petugas sebelum dipaksa berada dalam posisi bersujud.
Baca Juga: Wamendagri Ribka Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi
Video tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak dan menambah sorotan internasional terhadap penanganan aparat Israel terhadap misi kemanusiaan menuju Gaza.
Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki
Saat ini, sembilan WNI tersebut masih berada di Turki untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan visum guna mendokumentasikan dugaan tindak kekerasan yang mereka alami.
Selain itu, para korban juga dijadwalkan memberikan kesaksian resmi terkait kronologi penahanan sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia.
Pihak Kementerian Luar Negeri RI bersama KJRI Istanbul disebut terus melakukan pendampingan terhadap seluruh WNI guna memastikan kondisi kesehatan dan keamanan mereka tetap terjaga.
