Sementara itu, Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, mengatakan gerakan koperasi khususnya melalui inkopontren untuk meningkatkan minat kembali santri melalui program koperasi.
Sebab, pondok pesantren memiliki peran untuk membangun perekonomian yang lebih baik serta memiliki posisi tawar yang luar biasa.
“Koperasi pondok pesantren harus bisa menjadi pemilik korporasi nasional dan internasional. Jadi harus aktif, kreatif dan cermat melihat peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Bambang.
Di sisi pemerintah, adanya Inkopontren disebut selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yakni meningkatkan lapangan pekerjaan, mendorong kewirausahaan serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.
“Pemerintah terus mendorong bagaimana rasio kewirausahaan pada angka empat persen, sebagai syarat menuju negara maju. Rasio ini sudah meningkat menjadi 3,29. Angka menuju empat menjadi realistis dengan dukungan aktivitas inkopontren,” ucap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Nuryanti.
“Dari Kementerian Ketenagakerjaan memiliki komitmen untuk mendukung inkopontren melalui pelatihan-pelatihan vokasi berbasis pesantren,” sambungnya.
Rakornas tersebut ditutup dengan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah mitra.
