Pemikiran tersebut juga dipandang sejalan dengan warisan pemikiran ekonomi Pancasila dari Soemitro Djojohadikusumo yang menempatkan negara sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kepentingan nasional.
Selain membahas RUUPN, pertemuan juga membicarakan peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, sebuah tafsir kontemporer atas pemikiran ekonomi Pancasila dari Soemitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional sekaligus ayah kandung Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, Dudung Abdurachman menyampaikan kesediaannya untuk menjadi keynote speaker dalam agenda peluncuran buku yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Audiensi berlangsung sekitar satu jam dalam suasana hangat, produktif, dan penuh semangat kebangsaan. Diskusi mengenai ekonomi nasional berlangsung intens, diselingi canda dan dialog ringan yang mencerminkan kedekatan intelektual dan perhatian bersama terhadap masa depan Indonesia.
Nusantara Centre menilai pertemuan ini sebagai langkah penting dalam membangun sinergi antara pemikiran strategis kebangsaan dengan proses perumusan kebijakan negara, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan kebutuhan akan penguatan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berdaulat.
