Pertamina Pastikan Stok BBM Pertalite di Jakarta Aman: Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Jumat 15 Mei 2026, 19:10 WIB
Konsumen sedang mengisi BBM di SPBU Signature di SPBU COCO S Parman Kota Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Konsumen sedang mengisi BBM di SPBU Signature di SPBU COCO S Parman Kota Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

“Jadi tidak benar kalau masyarakat jadi kesusahan. Tidak ada yang kesulitan mendapatkan BBM,” jelasnya.

Berikut daftar SPBU Signature yang tidak menjual Pertalite di Jakarta, antara lain:

  • SPBU COCO Fatmawati, Jakarta Selatan
  • SPBU COCO Modernland, Tangerang
  • SPBU COCO S Parman, Jakarta Barat
  • SPBU COCO Pondok Indah, Jakarta Selatan
  • SPBU DODO Ceger, Jakarta Timur
  • SPBU DODO Pasar Minggu Primkopau, Jakarta Selatan
  • SPBU DODO Pos Pengumben, Jakarta Barat
  • SPBU COCO Majapahit, Kabupaten Bekasi
  • SPBU DODO Citra Grand Cibubur, Kota Bekasi
  • SPBU DODO Cideng, Jakarta Pusat

Baca Juga: Aturan Baru BBM Bersubsidi 2026: Pembelian Pertalite dan Solar Kini Dibatasi

Pengendara Keluhkan Antrean Pertalite Mengular

Meski stok dipastikan aman, sejumlah masyarakat mengeluhkan antrean panjang di jalur pengisian Pertalite di beberapa SPBU.

Salah satunya Rizal, 42 tahun, pengemudi ojek online yang mengaku harus mengantre cukup lama saat hendak mengisi BBM di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Antrean Pertalite panjang, akhirnya banyak yang pindah ke antrean Pertamax jadi ikut panjang juga,” ujar Rizal.

Karena sedang terburu-buru mengantar paket, Rizal akhirnya memilih mengisi Pertamax meski biaya operasionalnya menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Nelayan di Labuan Pandeglang Kesulitan Dapat BBM Solar, Pemerintah Diminta Tambah Kuota

“Ya mau tidak mau isi Pertamax. Tapi kalau terus-terusan isi Pertamax bisa boncos juga,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Kiki, 34 tahun, seorang karyawan swasta di Jakarta Pusat. Ia menilai antrean Pertamax belakangan ikut meningkat akibat banyak pengguna Pertalite yang beralih sementara.

“Mungkin karena antrean Pertalite panjang, jadi banyak yang beli Pertamax,” ujarnya.

Kiki mengaku tetap menggunakan Pertamax karena kapasitas mesin motornya berada di atas 150 cc.


Berita Terkait


News Update