Pengendara Keluhkan Antrean Panjang Pertalite di Sejumlah SPBU Jakarta

Jumat 15 Mei 2026, 17:21 WIB
Kondisi salah satu SPBU di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Kondisi salah satu SPBU di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah pengendara roda dua mengeluhkan antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Jakarta. Antrean kendaraan terlihat mengular, terutama di SPBU kawasan Jakarta Barat.

Salah satu antrean panjang terpantau di SPBU kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Meski stok Pertalite disebut masih tersedia dan tidak mengalami kekosongan sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua terus memadati area pengisian BBM subsidi tersebut.

Kondisi ini dikeluhkan para pengendara karena mereka harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan Pertalite.

Salah satu pengendara motor, Chandraditya, 28 tahun mengaku dalam beberapa hari terakhir dirinya memilih mengisi BBM pada malam hari untuk menghindari antrean panjang di SPBU.

Baca Juga: Nelayan di Labuan Pandeglang Kesulitan Dapat BBM Solar, Pemerintah Diminta Tambah Kuota

“Kalau saya biasanya pilih isi malam hari. Cuma kebetulan tadi bensinnya habis, jadi terpaksa harus antre panjang,” ujar Chandraditya saat ditemui Poskota di kawasan Palmerah, Jumat, 15 Mei 2026.

Menurut warga Kembangan, Jakarta Barat itu, antrean panjang bukan disebabkan kelangkaan Pertalite. Namun, hampir seluruh SPBU yang ia datangi mengalami kondisi serupa.

“Setiap pom bensin yang saya datangi pasti antre,” katanya.

Ia mengaku tetap memilih menggunakan Pertalite karena dinilai lebih ekonomis dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Akibat Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi, Pertamina Setop Pasokan Solar di SPBU Nameng Lebak selama 14 Hari

“Motor saya motor bebek, jadi kalau pakai Pertamax sayang juga. Kecuali kalau motor gede mungkin saya pilih BBM RON lebih tinggi,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update