Chandraditya menilai antrean panjang berpotensi membuat sebagian masyarakat beralih ke BBM non subsidi demi menghemat waktu.
“Kalau antreannya panjang, orang pasti lebih pilih yang antreannya sedikit,” ucap dia.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM jadi Angin Segar, Indomobil Dorong Penjualan EV
Pengguna Pertamax Ikut Rasakan Dampaknya
Kondisi serupa juga dirasakan Kiki, 34 tahun, seorang karyawan swasta di Jakarta Pusat yang menggunakan BBM jenis Pertamax.
Ia menilai antrean di jalur pengisian Pertamax belakangan ikut meningkat, salah satunya di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
“Mungkin karena antrean Pertalite panjang, jadi banyak yang akhirnya beli Pertamax,” kata Kiki.
Ia mengaku menggunakan Pertamax karena kapasitas mesin motornya berada di atas 150 cc sehingga membutuhkan BBM dengan oktan lebih tinggi.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter
“Kalau saya karena motor saya CC-nya besar, jadi pakai Pertamax,” ujarnya.
Kiki juga mengungkapkan sebelumnya dirinya rutin menggunakan Pertamax Turbo. Namun, kenaikan harga membuatnya beralih ke Pertamax reguler.
“Turbo harganya tinggi banget, jadi saya beralih pakai Pertamax sejak harganya naik,” tutur dia.
SPBU Pastikan Stok BBM Non Subsidi Aman
Sementara itu, SPBU Slipi yang berada di samping Pengadilan Negeri Jakarta Barat diketahui tidak menjual Pertalite karena termasuk kategori SPBU Signature yang hanya menyediakan BBM non subsidi.
