Oleh :Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Ancaman hantavirus sedang menjadi perbincngan publik. Tak kurang, Ketua DPR, Puan Maharani meminta pemerintah untuk memberi kepastian informasi dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi ancaman hantavirus demi menghindari kepanikan masyarakat.
Menurut Puan, masyarakat saat ini hidup dalam situasi yang sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah pengalaman pandemi Covid-19.
Karenanya, kemunculan kasus hantavirus perlu ditangani dengan pendekatan yang tenang, terbuka dan berbasis perlindungan masyarakat. Itu permintaan Puan seperti disampaikan di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Siapa Inisiator Tak Soal, Terpenting RUU Pemilu Segera Dibahas
“Apa yang menjadi permintaan harapan Ketua DPR RI itu menjadi harapan kita semua, rakyat Indonesia agar terlindungi dari sebaran penyakit menular,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Setuju masalah kesehatan adalah sangat sensitif, terlebih jika ancaman hantavirus dimaksud dapat menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Yudi.
“Masyarakat pernah trauma dengan pandemi Covid-19. Awalnya dijelaskan Covid-19 jauh dari negeri kita. Negara kita masih aman dari ancaman Covid, saat virus Corona mulai terdeteksi di Wuhan, China akhir tahun 2019.” urai mas Bro.
“Iya, masih ingat. Nggak tahunya, awal tahun 2020 Covid masuk negeri kita, dan menyebar ke mana – mana. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara, dengan kasus kematian terbanyak, sementara peringkat 11 di dunia,” ujar Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Bermimpilah Setinggi Langit
“WHO mencatat sampai tahun 2025, Indonesia mencatatkan total kasus positif Covid -19 hingga 6.830.274 kasus dengan angka kematian sebanyak 162.059 kasus,” tambah Yudi.
“Semoga kita tidak menganggap remeh lagi atas penyebaran virus yang mematikan seperti hantavirus yang sedang menjadi perbincangan dunia, meski saat ini baru terjadi di Amerika Selatan, jauh dari negeri kita,” jelas mas Bro.
“Betul, apakah karena jauh dapat dijamin tanpa adanya kontak fisik antarmanusia, baik dalam perjalanan atau di ruang publik lainnya. Ingat, kasus Covid karena adanya kontak fisik (dalam perjalanan) dengan warga negara asing yang positif Covid-19,” kata Heri.
“Pemerintah harus bergerak cepat menyampaikan informasi secara utuh terkait penyebaran hantavirus, tak perlu ditutup – tutupi situasi yang sebenarnya. Jelaskan secara terang benderang,” urai Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jauhi Narkotika Dengan Gaya Hidup Berolahraga
“Lebih baik kasih info tentang pahitnya, ketimbang manis, tetapi ujungnya pahit dan menyakitkan yang berimbas merosotnya kepercayaan publik,” urai mas Bro.
”Terpenting lagi, gerak cepat mengantisipasi dan mencegah hantavirus melalui aksi nyata, ketimbang propaganda. Apa pun penyebaran virus yang mendunia harus dianggap virus, terlebih hantavirus,” ujar Yudi.
