Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun 52 Persen, Pramono Anung Minta Data Diperdalam Lagi

Kamis 07 Mei 2026, 20:19 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

"Nah, ini sudah merupakan hasil kombinasi antara pendataan lapangan dengan, hasil citra satelit," sambung Amalia.

Amalia menanggapi terkait 1.900 RW kumuh di Jakarta yang diminta untuk diperdalam lagi pendataannya oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurut dia, tepatnya terdapat 1.904 RW yang perlu didalami lagi.

Lebih lanjut, BPS RI mendetailkan dalam menentukan RW kumuh, pihaknya bergerak dari RT ke RT. Data tersebut nantinya akan diagregasikan.

Baca Juga: Pengamat Nilai Penataan RW Kumuh Langkah Pemerintahan Hilangkan Kesenjangan Sosial

"Nah kriteria dari RT kumuh itu ada 11. Pertama adalah kepadatan penduduk, kedua kepadatan bangunan, ketiga konstruksi bangunan tempat tinggal, kemudian empat kondisi ventilasi dan pencahayaan bangunan tempat tinggal, kelima tempat buang air besar, keenam cara membuang sampah," kata Amalia.

"Ketujuh, frekuensi pengangkutan sampah, kedelapan keadaan saluran air, kesembilan keadaan jalan lingkungan, kesepuluh penerangan jalan umum, dan kesebelas tata letak bangunan," tambahnya.

Sehingga, Amalia menyampaikan, untuk menyimpulkan suatu wilayah atay RW tersebut kumuh atau tidak bukan hanya dilihay dari bentuk bangunan maupun kepadatan banguna atau permukiman di kawasan itu.

"Tetapi juga dilihat dari kondisi fasilitas lingkungan dan sanitasi," jelas dia.


Berita Terkait


News Update