Ia menegaskan bahwa setiap jenis sepatu memiliki fungsi, spesifikasi, serta harga yang berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi peran masyarakat yang aktif mengawasi program pemerintah.
“Kami berterima kasih atas masukan dan pengawasan masyarakat terhadap program Kementerian Sosial,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Semprot Aplikator, Potongan Ojol Dipaksa Turun Jadi 8 Persen
Transparansi Pengadaan dan Penjelasan Harga
Sebagai bentuk keterbukaan, Gus Ipul memaparkan secara rinci mekanisme pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan bahwa angka Rp700 ribu yang ramai dibicarakan bukanlah harga pembelian, melainkan pagu anggaran atau batas maksimal biaya.
Dalam praktiknya, harga realisasi berada di bawah angka tersebut karena proses pengadaan dilakukan secara kompetitif.
“Pemenangnya adalah yang menawarkan harga terbaik dan memenuhi spesifikasi,” jelasnya.
Baca Juga: Empat Perampok Terekam CCTV Aniaya Nenek hingga Tewas, Polisi Selidiki
Jenis Sepatu dan Rincian Harga
Pada tahun 2025, setiap siswa Sekolah Rakyat menerima beberapa jenis sepatu untuk menunjang aktivitas sehari-hari, antara lain:
- Sepatu PDL untuk kegiatan luar ruangan
- Sepatu PDH untuk aktivitas belajar di kelas
- Sepatu olahraga
- Sepatu santai untuk penggunaan harian di asrama
Seluruh paket tersebut juga sudah termasuk kaos kaki. Untuk jenis sepatu lainnya, harga berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung fungsi dan spesifikasi.
Komitmen Anti-Intervensi dan Pengawasan Ketat
Gus Ipul menegaskan komitmennya bersama jajaran Kementerian Sosial untuk menjaga integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa.
