POSKOTA.CO.ID - Sosok Kiai Ashari tengah menjadi sorotan publik setelah namanya terseret dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan puluhan santriwati di Pati.
Perkara tersebut mencuat ke permukaan setelah aparat kepolisian menerima laporan terkait dugaan tindakan asusila yang dilakukan terhadap santriwati.
Seiring berjalannya waktu, jumlah korban yang terungkap pun disebut mencapai sekitar 50 orang.
Pihak Polresta Pati telah menetapkan Kiai Ashari sebagai tersangka dalam kasus dugaan percabulan terhadap santriwati.
Penetapan ini dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi.
Proses hukum sendiri saat ini masih berlangsung guna mengungkap fakta lebih luas. Aparat juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Dalam penyelidikan, terungkap dugaan modus yang digunakan tersangka, mulai dari menghubungi santriwati pada malam hari hingga memanfaatkan posisinya sebagai pemimpin spiritual untuk menekan korban.
Pendekatan personal yang dilakukan secara intens diduga menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan korban.
Setelah itu, posisi otoritas sebagai tokoh agama disebut-sebut dimanfaatkan untuk memengaruhi psikologis santriwati.
Dugaan ini semakin kuat setelah muncul kesaksian dari mantan pengikut yang mulai berbicara.
Kesaksian itu memberikan gambaran awal mengenai pola perilaku tersangka dalam menjalankan aksinya.
Dengan berkembangnya berbagai fakta dan kesaksian, siapa sebenarnya Kiai Ashari? Berikut profil sosok yang diduga melakukan pelecehan terhadap puluhan santriwati di Pati.
Baca Juga: Profil Inka Andestha, Selebgram Cantik yang Viral usai Temani Pratama Arhan saat Wisuda di Semarang
Sosok Kiai Ashari Pati Siapa?
Kiai Ashari adalah pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan.
Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, sebuah lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada program tahfidzul Quran.
Pondok Pesantren Ndholo Kusumo dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang menyediakan program hafalan Al-Qur’an bagi para santri.
Ponpes ini dikelola secara gratis. Tentu hal itu membuat banyak masyarakat tertarik untuk menyekolahkan anak mereka di tempat tersebut, terutama dari kalangan menengah ke bawah.
Selain itu, pondok pesantren ini juga menampung santri dari kalangan yatim piatu.
Kondisi tersebut menjadikan lembaga ini memiliki peran sosial yang cukup besar di tengah masyarakat sekitar.
Baca Juga: Viral Dugaan Begal di Pabuaran Citayam, Polisi Sebut Belum Ada Laporan Resmi
Sebelum kasus ini merebak, Kiai Ashari dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Pati.
Ia tercatat pernah menerima santunan untuk santri yatim piatu dari kelompok Sahabat Ganjar pada tahun 2023.
Selain itu, pondok pesantren yang diasuhnya juga kerap menjadi lokasi kegiatan keagamaan seperti tahlil dan sholawat.
Meski demikian, Pondok Pesantren Ndholo Kusumo disebut tidak memiliki afiliasi resmi dengan organisasi seperti RMI NU, walaupun dalam praktiknya kerap dikaitkan dengan tradisi pesantren Nahdlatul Ulama.
