POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama penceramah Syekh Ahmad Misry tengah menjadi perhatian luas masyarakat.
Dugaan modus yang digunakan terungkap melalui iming-iming beasiswa studi ke luar negeri yang ditawarkan kepada sejumlah santri yang kemudian diduga menjadi korban.
Modus Beasiswa Diduga Jadi Cara Menjerat Korban
Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku disebut memanfaatkan pengaruh serta posisi sosialnya sebagai pendakwah untuk mendekati santri di berbagai pondok pesantren.
Ia diduga kerap berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain guna memperluas jangkauan dan mencari target baru.
Baca Juga: Skandal VCS Terbongkar, Clara Shinta Hadapi Cerai dan Somasi Rp10,7 Miliar dari Keyndah
Pendekatan tersebut, menurut sejumlah keterangan, menyasar santri berprestasi yang sedang memperdalam ilmu Al-Qur’an.
Proses kaderisasi dan pembinaan dijadikan pintu masuk untuk membangun kedekatan emosional sebelum dugaan tindakan asusila dilakukan.
Ustaz Abi Makki mengungkapkan bahwa terduga pelaku sering memanfaatkan undangan ceramah di pesantren sebagai kesempatan untuk mencari calon santri yang akan dibina.
“Beliau datang ke pesantren karena diundang. Nanti kalau ada yang ingin dikader, diajak dengan iming-iming sekolah ke Mesir, lalu mulai didekati,” ungkapnya.
Dugaan Dana Umat Digunakan untuk Membiayai Korban
Fakta lain yang turut menjadi sorotan adalah dugaan penggunaan dana umat untuk membiayai keberangkatan para santri ke Mesir.
Dana tersebut diduga bukan berasal dari harta pribadi, melainkan hasil donasi para jemaah majelis taklim.
