Selain membahas kesejahteraan guru, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyoroti pentingnya fasilitas pendidikan yang memadai. Bobby Nasution menilai kualitas sarana dan prasarana sekolah harus terus diperbaiki agar siswa mampu bersaing dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Baca Juga: Cerita Warga Tanah Tinggi di Balik Rencana Penataan 445 RW Kumuh di Jakarta
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan menaikkan honor guru, tetapi juga harus diimbangi dengan lingkungan belajar yang mendukung.
“Pemprov pastikan fasilitas pembelajaran memadai, sehingga anak-anak kita bisa belajar dengan baik. Tidak kalah saing dan mampu menjawab tuntutan deep learning yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan,” tutur Bobby.
Dalam rangkaian kegiatan Hardiknas 2026, Bobby juga menghadiri Gebyar Expo Pendidikan 2026 yang menampilkan berbagai program unggulan dunia pendidikan di Sumatera Utara. Beberapa program yang diperkenalkan di antaranya Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), penandatanganan nota kesepahaman dengan dunia usaha dan industri, hingga peluncuran aplikasi Sumber Disdik.
Ia berharap kerja sama antara sekolah dan dunia industri dapat membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan SMK di Sumatera Utara.
“Saya berharap, ini bisa mempermudah anak-anak kita yang SMK diterima di dunia usaha dan industri,” ungkap Bobby.
Kebijakan kenaikan gaji guru PPPK paruh waktu ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar di Sumatera Utara.
