Potongan Ojol 8 Persen Diusulkan, Pengamat Transportasi Ingatkan Risiko Investor Aplikator Kabur

Sabtu 02 Mei 2026, 21:21 WIB
Sejumlah driver ojol saat istirahat sejenak di pinggir jalan Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, Sabtu, 2 Mei 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Sejumlah driver ojol saat istirahat sejenak di pinggir jalan Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, Sabtu, 2 Mei 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara biaya operasional, potongan aplikasi, dan tarif yang dibebankan kepada konsumen. Ketiga aspek tersebut harus dirancang secara proporsional agar seluruh pihak dapat bertahan.

“Yang penting tetap dijaga keseimbangan antara costing, potongan biaya, dan tarif terjangkau supaya semua pihak sama-sama nyaman bertahan berusaha dan bertahan bekerja sebagai driver," kata dia. 

Selain itu, Deddy juga menyoroti pentingnya pengaturan jumlah atau kuota driver ojol di suatu wilayah. Ia menilai, tanpa pembatasan yang jelas, persaingan antar driver akan semakin ketat dan berdampak pada penurunan pendapatan.

Baca Juga: Driver Ojol Dukung Usulan Prabowo Subianto soal Potongan 8 Persen, Kritik Skema Aplikator

“Yang penting juga ada batasan kuota ojol supaya kue segmen tetap terjaga dan bisa dinikmati sesama driver ojol,” ujarnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update