PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Korban meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan salah seorang pejabat Pemkab Pandeglang, di depan SD Negeri Sukaratu 5 bertambah satu orang.
Sebelumnya, tragedi laka lantas tersebut merenggut nyawa salah seorang siswa SD Negeri Sukaratu 5, dan 6 siswa lainnya luka-luka.
Selain itu, dua korban lainnya, yakni pedagang asongan dan sales juga menjadi korban dalam kejadian tersebut, hingga pedagang asongan bernama Dewi Handayani tersebut sempat alami kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban atas nama Dewi Handayani meninggal dunia pada Jumat 1 Mei 2026 kemarin, sekitar pukul 14:00 WIB di RSUD Berkah Pandeglang.
Baca Juga: Fakta Kecelakaan Maut Bekasi Terungkap, Sopir Green SM Minim Pengalaman
Jadi, sekarang ini korban meninggal dunia akibat tragedi laka lantas tersebut berjumlah dua orang, yakni siswa kelas 4 SDN Sukaratu 5 bernama Tb. M. Atharul Millal dan seorang pedagang bernama Dewi Handayani.
Dari informasi yang dihimpun, Dewi diketahui sehari-hari berjualan takoyaki di depan SDN Sukaratu 5.
Ia tinggal di Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang dengan status mengontrak.
Bupati Pandeglang, Dewi Setani saat menjenguk para korban laka lantas di RSUD Berkah Pandeglang, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi dan berharap para korban serta keluarga diberikan ketabahan.
Baca Juga: Polisi dan KNKT Bagi Peran Selidiki Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo Anggrek
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran,” ungkapnya.
Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan pejabat Pemkab Pandeglang, atas nama Ahmad Mursidi. Akibat kejadian tersebut, tercatat sembilan orang menjadi korban, dengan rincian tujuh orang siswa SD Negeri Sukaratu 5, satu orang pedagang asongan dan seorang sales.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang, lanjut Bupati Dewi, akan bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan para korban.
“Untuk biaya pengobatan dan perawatan korban akan kami tanggung,” katanya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki Penyebab Kecelakaan Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur
Dewi juga menyampaikan, bahwa berdasarkan informasi sementara, pengemudi Toyota Inova yang menabrak kerumunan siswa tidak sedang menjalankan tugas kedinasan saat kejadian berlangsung dan menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan pribadi.
“Informasi sementara, yang bersangkutan tidak sedang bertugas dan menggunakan kendaraan pribadi. Namun demikian, kami akan memperdalam informasi di lapangan bersama pihak kepolisian," ujarnya.
Terpisah Ketua RT Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo,Endang, membenarkan kabar meninggalnya Dewi yang merupakan warganya.
Ia menyebut korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik selama tinggal di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun usai Kecelakaan Maut KAI Bekasi Timur
“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu 2 Mei 2026.
Korban baru beberapa waktu tinggal di wilayah tersebut, setelah pindah dari Jakarta bersama suaminya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ungkap RT, Dewi berjualan di depan sekolah sambil menunggu anaknya.
Jenazah korban, lanjut Endang telah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di wilayah Kecamatan Patia, Pandeglang.
“Rencananya dimakamkan di Patia, tadi sudah dibawa,” katanya.
Endang juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
“Kami turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ujarnya.
